Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Optimalkan Distribusi Pupuk Bersubsidi, Pemkab Batola Gandeng Koperasi dan PT Pupuk Indonesia

Maulana Radar Banjarmasin • Senin, 20 Oktober 2025 | 08:45 WIB
Photo
Photo

BANJARMASIN-Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi melakukan audiensi dengan manajemen PT Pupuk Indonesia di Banjarmasin, Senin (20/10).

Audiensi ini membahas sinergi antara pemerintah daerah dengan perusahaan dalam meningkatkan efektivitas penyaluran pupuk bersubsidi serta mendorong percepatan serapan pupuk sesuai alokasi pemerintah pusat.

Turut mendampingi Bupati, Plt Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura,Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kepala Bappeda, serta para Staf Ahli Bupati Barito Kuala.

Manajer Penjualan Pupuk Wilayah Kalsel, Kaltim, dan Kaltara PT Pupuk Indonesia,Nanda, menyampaikan bahwa berdasarkan data e-RDKK 2025, kebutuhan pupuk di Barito Kuala mencapai 33.747 usulan. Dari jumlah itu, pemerintah pusat menetapkan alokasi sebesar 67 persen atau sekitar Rp22,59 miliar.

"Hingga 20 Oktober, penyaluran pupuk bersubsidi di Barito Kuala tercatat 46 persen untuk Urea dan 65 persen untuk NPK. Masih ada sisa alokasi sekitar 10 ribu ton yang akan disalurkan hingga akhir tahun," jelas Nanda.

Ia menambahkan, dari total 57 ribu petani terdaftar, baru sekitar 36 ribu petani (36 persen) yang sudah melakukan penebusan pupuk bersubsidi, sementara 7 ribu petani belum pernah menebus pupuk sejak 2023.

Meski begitu, stok pupuk di Kalimantan Selatan dipastikan aman, dengan ketersediaan 10 ribu ton Urea dan 8.500 ton NPK. Untuk wilayah Batola sendiri, tersedia 380 ton Urea dan 1.800 ton NPK.

Dalam kesempatan itu,Bupati Bahrul Ilmi menyampaikan apresiasinya kepada PT Pupuk Indonesia atas dukungan dan kerja sama yang sudah berjalan dengan baik selama ini.

"Pemerintah daerah mendukung penuh agar pupuk bersubsidi terserap maksimal oleh petani. Jika ada kendala, kami siap berkoordinasi mencari solusi bersama," ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan bahwa Pemkab Batola akan mengoptimalkan peran Koperasi Merah Putih, program nasional yang digagas Presiden Prabowo, untuk membantu distribusi pupuk di tingkat desa.

Tercatat, 201 koperasi tersebar di 195 desa dan kelurahan di Barito Kuala yang siap dilibatkan dalam mekanisme penyaluran.

"Ke depan, Koperasi Merah Putih akan menjadi titik serap pupuk. Kami juga akan melibatkan Perusahaan Daerah agar penyaluran lebih tepat sasaran dan bertanggung jawab," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperindag Batola Hery Sasmita mengatakan, audiensi ini merupakan tindak lanjut dari keinginan Bupati untuk mencari solusi atas masih rendahnya serapan pupuk bersubsidi.

"Pimpinan ingin memastikan petani Batola tidak lagi kesulitan pupuk. Dengan sinergi antara PT Pupuk Indonesia, koperasi, dan Perusahaan Daerah, diharapkan serapan pupuk bisa optimal," ujarnya.

Menutup audiensi, Bupati Bahrul Ilmi mengatakan optimistis bahwa kerja sama ini akan memperlancar distribusi pupuk di tahun mendatang.

"Insya Allah, mulai 2026 penyaluran pupuk bersubsidi di Batola akan lebih lancar. Kami juga berharap kuota bisa ditambah agar semua petani mendapat haknya," tuturnya.

Sementara itu Manajer PT Pupuk Indonesia Nanda menyambut baik langkah koordinatif Pemkab Batola."Kami mengapresiasi arahan dan masukan Bapak Bupati. Semua hasil audiensi akan kami tindak lanjuti demi kepentingan petani Batola," pungkasnya.

Editor : Muhammad Rizky
#Pemkab Batola