Ketua BKPRMI Tabalong, Fadli, menyebut para santri berasal dari 135 TPA di 12 kecamatan. “Jumlah seluruh santri yang diwisuda sebanyak 1.536 orang,” ujarnya.
Wisuda diberikan kepada santri yang lulus munaqosah. Ujian mencakup hafalan Alquran, bacaan Alquran, hafalan bacaan salat, ilmu tajwid, hingga doa harian. Proses munaqosah digelar per kecamatan oleh tim penguji BKPRMI.
Prosesi berlangsung di halaman Pendopo Bersinar Pembataan dan langsung dipimpin Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani. Para santri mengenakan toga, menerima sertifikat kelulusan, serta piagam ucapan terima kasih dari bupati.
Fadli berharap momen ini bisa menambah semangat anak-anak untuk terus belajar Alquran. “Wisuda ini diharapkan memberi motivasi agar mereka lebih giat mengaji,” katanya.
Adelia Fitri, santri TPA Al Hidayah Kelurahan Pembataan, mengaku bangga bisa mengikuti wisuda serentak. “Senang,” ucapnya singkat. Ia bercerita sempat mengikuti munaqosah pada Agustus 2025 tanpa kendala berarti.
Meski sudah diwisuda, Adelia menegaskan masih ingin terus belajar. “Pengen belajar lagi. Tetap semangat,” tuturnya.
Wisuda akbar ini sekaligus menjadi ajang syukur dan kebanggaan bagi ribuan orang tua yang mendampingi putra-putrinya.
Ribuan toga berwarna-warni yang memenuhi halaman Pendopo Bersinar menjadi saksi semangat generasi Qurani Tabalong. (*)
Editor : M. Ramli Arisno