BANJARMASIN – Jembatan Pulau Laut yang menghubungkan antara Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu benar-benar akan terwujud.
Setelah mendapat rekomendasi dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), pemerintah pusat memastikan menggelontorkan anggarannya untuk pembangunan bentang tengah jembatan.
Kepastian kucuran anggaran pemerintah pusat ini didapat pemprov, belum lama tadi.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, M Yasin Toyib mengungkap pekerjaan bentang tengah Jembatan Pulau Laut sudah ada kepastian, menyusul sudah dilakukannnya lelang pekerjaan oleh Kementerian PUPR.
“Perjuangan untuk mendapatkan kucuran anggaran pemerintah pusat akhirnya berhasil. Melalui Kementerian PUPR, pembangunan bentang tengah Jembatan Pulau Laut dibantu sebesar Rp3 triliun,” beber Yasin, Kamis (25/9/2025).
Pekerjaan bentang tengah ini akan berlangsung tahun ini, setelah didapat pemenang kontrak pekerjaan.
“Lelang langsung dilakukan Kementerian PUPR. Kontrak pekerjaannya multi years yang ditarget akan tuntas pada 2029 mendatang,” ujar Yasin.
Sedangkan untuk lanjutan pekerjaan bentang pendekat jembatan sudah mulai dikerjakan saat ini.
Kontraktor penyedia jasa juga sudah didapat. Untuk diketahui, pengerjaan bentang pendekat jembatan dibagi dua sisi.
Untuk sisi Kabupaten Tanah Bumbu dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan dengan nilai kontrak Rp290 miliar.
Sedangkan untuk sisi Kabupaten Kotabaru pemenangnya PT Hutama Karya dengan nilai kontrak Rp424,2 miliar.
“Dengan adanya kepastian pekerjaan bentang tengah jembatan ini oleh pemerintah pusat, pekerjaan ini sudah memasuki pekerjaan utama. Bagian kami di bentang pendekat,” kata Yasin.
Seperti diketahui, untuk membangun bentang pendekat jembatan yang digadang menjadi terpanjang di Kalimantan itu, memakai skema pembiayaan dengan melibatkan tiga pemerintahan daerah.
Pemprov Kalsel, Pemkab Tanah Bumbu, dan Pemkab Kotabaru.
Dari pagu anggaran yang disiapkan sebesar Rp750 miliar tahun ini, Pemprov Kalsel menggelontorkan anggarannya sebesar Rp550 miliar.
Anggaran tersebut lebih besar dibandingkan tahun 2024 lalu, yang dialokasikan sebesar Rp300 miliar.
Sedangkan Pemkab Tanbu dan Kotabaru masing-masing Rp100 miliar.
Khusus lanjutan pekerjaan tahun depan, akan dikerjakan bagian atasnya.
Kontrak pekerjaannya tak lagi satu tahun anggaran.
Namun dikontrakkan secara multi years.
“Pekerjaan bentang pendekat ditarget tuntas tahun ini. Mulai tahun depan hingga 2028 nanti, pekerjaan sudah memasuki ke tahap bangunan atas jembatan pendekat,” jelasnya.
Sejak digarap pada 2015 lalu yang ditandai peletakan batu pertama oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, pekerjaaan jembatan ini mangkrak pada 2017 lalu.
Gara-gara belum mendapat rekomendasi dari KKJTJ.
Hingga akhirnya, pemprov dan Pemkab Kotabaru, Tanah Bumbu menyetop anggarannya.
Untuk diketahui pada tahun pertama, pekerjaan berupa jalan pendekat dan timbunan di sisi Batulicin dan Kotabaru.
Kala itu, pemprov menggelontorkan anggaran mencapai Rp50 miliar.
Setahun berjalan, di tahun 2016, pembiayaan tak hanya dengan uang pemprov, juga sharing dengan Pemkab Kotabaru yang nilainya sama-sama Rp50 miliar.
Pekerjaannya adalah jembatan pendekat berupa pekerjaan bore pile dan pile cap pada sisi Batulicin dan Kotabaru.
Di tahun 2017, sebelum mangkrak, pekerjaan dilanjutkan kembali oleh pemprov dan Pemkab Kotabaru dengan anggaran yang sama persis tahun 2016.
Pekerjaannya masih sama, yakni pekerjaan jembatan pendekat berupa pekerjaan bore pile dan pile cap di dua sisi daerah.
Desain awal, panjang jembatan mencapai 3.750 meter dengan tinggi 40 meter.
Tipe jembatan untuk bentang utama memakai cable stayed beton edge beam (175m + 350m + 175m) dengan lebar 24 meter.
Untuk mendapat rekomendasi dari KKJTJ, jembatan ini ditinjau ulang dari desain awal.
Untuk tinggi jembatan yang awalnya 40 meter, menjadi 30 meter.
Untuk jembatan pendekat, menggunakan box girder. Panjang arah Batulicin 950 meter, dan arah Kotabaru 1.950 meter, dengan lebar 24 meter.
Sementara jembatan penghubung menggunakan pile slab. Untuk arah Batulicin 75 meter, dan arah Kotabaru 75 meter, dengan lebar 24 meter.
Sementara untuk jalan pendekat, arah Batulicin sepanjang 1.500 meter, dan arah Kotabaru 1.250 meter, dengan lebar 24 meter.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief