Jumlah tersebut naik sebanyak 11.366 jiwa dari semester II 2024 yang mencapai 428.274 jiwa.
Plt Kepala Disdukcapil Banjar, Hayatun Nupus, mengatakan lonjakan ini mendorong pihaknya menggenjot layanan jemput bola perekaman KTP elektronik, terutama bagi pemula.
“Dengan dasar data ini, frekuensi layanan kami tambah. Kalau sebelumnya hanya dua kali seminggu, sekarang hingga akhir tahun kami gelar delapan kali dalam seminggu,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (4/9) sore.
Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjar, total penduduk daerah ini mencapai sekitar 560 ribu jiwa pada 2024.
Dengan demikian, hampir 80 persen warga sudah masuk kategori wajib KTP, menunjukkan pentingnya percepatan layanan administrasi kependudukan.
Karena itulah, lanjut Nufus, setiap Senin hingga Kamis, tim Disdukcapil Banjar bergerak ke dua titik lokasi per harinya.
“Sasarannya bukan hanya sekolah formal, tetapi juga pondok pesantren,” ujarnya
Dalam waktu dekat, dua pesantren besar masuk daftar kunjungan. Yakni Pondok Pesantren Darul Falah Gambut pada 9 September, dan Darussalam Martapura pada 16 September.
“Semua sekolah dan pesantren dengan siswa usia 16 tahun ke atas akan kami datangi. Targetnya, seluruh wajib KTP pemula bisa memiliki identitas kependudukan tanpa harus repot datang ke kantor Disdukcapil,” tegas Nupus.
Ia optimistis Program Jempol Kamu Manis ini menjadi ujung tombak strategi Disdukcapil Banjar untuk mengejar kepemilikan dokumen kependudukan secara merata, terutama bagi.
“Utamanya bagi perekaman bagi pemula dan siswa yang merupakan bagian dari lonjakan wajib KTP di tempat kita,” pungkasnya.
Editor : Sutrisno