BANJARMASIN – Kabar mangkraknya proyek lanjutan pembangunan jembatan penghubung Cemara Ujung–Sungai Andai (Cusa) ditepis Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Ridho Akbar.
Ia memastikan proyek tersebut tetap berjalan, hanya saja realisasinya baru dijadwalkan pada 2026 mendatang.
"Pekerjaan Jembatan Cusa tidak mangkrak. Cuma pelaksanaannya memang dialihkan ke tahun 2026 melalui APBD murni," ucap Ridho, kepada Radar Banjarmasin, Kamis (28/8) siang.
Menurutnya, alasan proyek ini tidak bisa digarap pada 2025 lantaran persoalan teknis. Namun dia tidak menjelaskan detail. Ia menjelaskan bahwa jika tetap dipaksakan di pertengahan tahun, dikhawatirkan pekerjaan tidak akan tuntas.
"Selain itu, anggarannya pun belum tercukupi. Jadi lebih tepat kalau dimasukkan ke 2026," jelasnya.
Terkait kondisi di lapangan yang sempat menimbulkan sorotan masyarakat khususnya adanya retakan pada konstruksi, pihaknya masih mendalami penyebabnya.
"Yang retak itu hanya pada oprit, bukan pada bangunan utama jembatan. Kita belum bisa menyimpulkan apakah karena kelalaian pelaksana atau memang faktor alam yang membuat tanah turun," katanya.
Ia menegaskan, Komisi III akan mengawal proyek ini. Baik dengan turun langsung ke lapangan, maupun rapat koordinasi bersama Dinas PUPR dan kontraktor.
"Kami pastikan pekerjaan nantinya sesuai spek, tidak asal-asalan. Anggaran masih aman, bahkan kalau tidak diselesaikan, justru akan mubazir dan masyarakat yang dirugikan karena tidak bisa menikmati jembatan itu," tegasnya.
Ia juga menambahkan, fungsi pengawasan DPRD akan dijalankan dengan ketat agar pembangunan tidak lagi menimbulkan kekecewaan. "Ya, nanti kita ikuti sesuai prosedur. DPRD ada untuk memastikan proyek ini berjalan sebagaimana mestinya," pungkas politikus Partai Golkar itu.