Patroli difokuskan di tiga kecamatan rawan karhutla.
Kepala Pelaksana BPBD HSS Kusairi menjelaskan, patroli antisipasi dini karhutla dilakukan di Kecamatan Daha Selatan, Daha Barat, dan Kalumpang.
Baca Juga: DPRD HSU Sahkan Perubahan APBD 2025 Rp 1,49 Triliun, Naik Rp 46,9 Miliar
"Patrolinya dilakukan dalam seminggu minimal satu sampai dua kali," kata Kusairi saat dikonfirmasi, Jumat (11/7/2025).
Patroli sementara dilakukan di area yang mudah dijangkau atau dekat dengan jalan. Jika menemukan karhutla, tim langsung melakukan pemadaman.
Kusairi menyebut meski sudah memasuki musim kemarau, di Kabupaten HSS belum ditemukan titik api karhutla.
"Sampai minggu kedua bulan Juli ini, belum ada ditemukan titik api," ungkapnya.
Berdasarkan prakiraan BMKG, puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus dan September mendatang.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD akan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dalam 10 hari ke depan.
"Antisipasi kesiapsiagaan bencana karhutla, kami sekitar 10 hari lagi akan melakukan Rakor," tuturnya.
Setelah Rakor dilaksanakan, BPBD juga akan menyiapkan konsep penetapan status karhutla. "Karena untuk penetapan status karhutla, dasarnya harus ada Rakor," ucapnya.
Daerah berpotensi tinggi terjadi karhutla saat musim kemarau di Kabupaten HSS meliputi Daha Barat, Daha Utara, Daha Selatan, Kalumpang, Simpur, dan sebagian Kecamatan Kandangan.
Baca Juga: Bupati HST Terima Penghargaan dari KASAD Sukses Laksanakan Program TMMD ke-124
Sementara kategori sedang terdapat di wilayah Kecamatan Sungai Raya hingga wilayah pergunungan seperti Kecamatan Loksado.
Editor : M. Ramli Arisno