BANJARMASIN – Harga tabung LPG 3 kilogram yang meroket di pasaran direspons Pemko Banjarmasin dengan menggelar operasi pasar.
Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setdako menyalurkan 2.000 tabung gas bersubsidi ke 10 titik. Diantaranya adalah Kelurahan Sungai Bilu dan Tanjung Pagar.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan SDA Setdako Banjarmasin, Siane Apriliawati menjelaskan harga LPG bersubsidi dipatok sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp18.500 per tabung.
“Setiap titik kita drop 200 tabung. Tujuannya supaya masyarakat bisa membeli dengan harga resmi,” ujar Siane, Sabtu (5/7).
Ia menegaskan, operasi pasar ini bukan karena kelangkaan gas. Hasil koordinasi dengan Pertamina dan Hiswana Migas, kuota untuk Banjarmasin masih mencukupi.
“Masalahnya ada di distribusi. Pada bulan Mei dan Juni lalu banyak tanggal merah, jadi pengiriman dari agen ke pangkalan banyak tertunda,” jelasnya.
Selain itu, kenaikan harga di tingkat pengecer juga ikut memperkeruh suasana. Ia menduga, pengecer kesulitan mengambil tabung karena distribusi dari pangkalan dibatasi maksimal 10 persen dari kuota.
“Pangkalan kita ada 730. Tiap pangkalan punya kuota berbeda dari agennya, antara 600 sampai 1.000 tabung per bulan,” bebernya.
Dalam waktu dekat, pemko akan menggelar rapat bersama Pertamina, Hiswana Migas, Forkopimda dan instansi terkait untuk merumuskan regulasi distribusi di tingkat pengecer.
“Pemerintah punya tugas melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap distribusi LPG subsidi ini,” tegasnya.
Sementara itu, Lurah Sungai Bilu, Aswin Hermawan berharap operasi pasar bisa meredam keresahan warga akibat sulitnya mendapatkan tabung gas melon.
“Warga kita seleksi. Hanya RT yang tidak memiliki pangkalan yang dibagikan kupon. Ada 31 RT di sini, 16 RT kita beri kupon. Satu KK satu kupon,” katanya.
Editor : Muhammad Syarafuddin