Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Guru Honorer di Banjarmasin Masih Banyak Gagal Dalam Seleksi PPPK, Wali Kota M Yamin Tidak Mau Mereka Kena PHK Massal

Riyad Dafhi Rizki • Rabu, 2 Juli 2025 | 23:51 WIB
ILUSTRASI: Guru honorer memperjuangkan nasibnya. (Foto: JawaPos)
ILUSTRASI: Guru honorer memperjuangkan nasibnya. (Foto: JawaPos)

BANJARMASIN — Meski proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) telah selesai, masih banyak guru honorer di Banjarmasin yang belum berhasil lolos.

Padahal, posisi mereka sangat penting dalam menopang pendidikan, terutama di tingkat dasar dan menengah.

Menyikapi hal itu, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin menyatakan bawah pemko tetap berkomitmen menjaga keberlangsungan nasib para tenaga pendidik tersebut.

Ia menyadari betul bahwa peran guru tidak bisa begitu saja digantikan. “Artinya mereka tetap kita akomodasi, tidak langsung diberhentikan. Kita tunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat, apakah akan ada tes ulang atau kebijakan lain,” ujar Yamin, Selasa (1/7/2025) tadi.

Sebagai solusi sementara, Pemko Banjarmasin tengah mempertimbangkan skema kerja paruh waktu bagi guru honorer yang belum lolos seleksi.

Upaya ini dilakukan agar tidak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara massal, yang tentu akan berdampak pada kualitas pendidikan di kota ini.

“Kita tidak ingin ada PHK. Guru-guru ini sangat penting untuk anak-anak kita. Tapi masalahnya, kadang formasi yang tersedia tidak sesuai dengan bidang mereka, atau linieritas pendidikan tidak terpenuhi,” lanjutnya.

Yamin mengakui, mayoritas peserta yang belum lolos berasal dari kalangan guru.

Karena itu, ia meminta agar mereka tidak berkecil hati.

Pemko, katanya, terus menjalin komunikasi dengan Kementerian PAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk menyesuaikan formasi ke depan.

Pihaknya juga mendorong agar guru yang sudah pernah mengikuti seleksi bisa tetap diprioritaskan dalam rekrutmen mendatang.

Namun, keputusan akhir tetap menunggu arahan dan kebijakan dari pemerintah pusat.

“Kami terus berkomunikasi dengan Kementerian PAN-RB dan BKN. Kita harap yang sudah ikut seleksi tetap diberi prioritas,” tuntasnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
#seleksi pppk #guru honorer #banjarmasin #wali kota