Sanggar tari asal Kabupaten Tala ini memperoleh nilai tertinggi 1020 poin dari dewan juri, mengalahkan 14 peserta lainnya. Sebagai juara pertama, Sanggar Anggrek Harivi berhak mewakili Kabupaten Tala ke tingkat provinsi sekaligus meraih uang pembinaan.
Posisi runner-up ditempati Sanggar Budaya Lintang dengan 984 poin, disusul Sanggar Kambang Pesisir (960 poin) di posisi ketiga. Sementara juara harapan pertama hingga ketiga diraih Sanggar Elbaba (900 poin), Sanggar Samudra (888 poin), dan Sanggar Sedaya Batalang (864 poin).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tala, Abdillah mengharapkan Sanggar Anggrek Harivi terus berbenah untuk persiapan tingkat provinsi.
"Kami juga akan membantu dengan mendatangkan advisor agar penampilan sanggar ini lebih baik lagi. Terutama terkait tema nasional yang diangkat 'Mantra Jilid 2'," ujar Abdillah.
Pejabat eselon II ini berkomitmen menindaklanjuti masukan dewan juri, khususnya eksplorasi matra agar lebih ideal antara gerak tari, musik, dan mantranya.
"Harapan kami Sanggar Anggrek Harivi kemampuannya lebih meningkat melalui perbaikan yang dilakukan," tambahnya.
Kepada peserta lain yang belum juara, Abdillah berpesan agar tidak berkecil hati dan terus berlatih mencari kreasi tarian baru sesuai tema.
"Kita juga terus memberikan bantuan dan pembinaan bagi sanggar-sanggar yang konsisten memajukan seni budaya di Kabupaten Tala," tegasnya.
Melihat antusiasme penonton yang membludak, Abdillah mengaku Balairung Tuntung Pandang sudah tidak mampu menampung. Pihaknya merencanakan mencari lokasi alternatif seperti Nol Kilometer Pelaihari atau Gedung Paraduta di lingkungan Kodim 1009/Tla.
"Kedepan kita akan cari tempat alternatif baru sebagai lokasi kegiatan agar bisa menampung banyak penonton, apalagi melihat tren peserta yang ikut terus bertambah setiap tahunnya," pungkasnya.
Editor : M. Ramli Arisno