BANJARMASIN – Operasional Bus Rapid Transit (BRT) dihentikan sementara oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel sejak 11 Mei 2025 lalu.
Hingga kini, armada transportasi umum yang kerap disebut Bus Tayo itu tak kunjung mengaspal melayani penumpang.
Padahal bus ini begitu ditunggu warga. Pasalnya, saat ini hanya beroperasi BTS (Buy The Service) Trans Banjarbakula yang unitnya sangat terbatas.
Lalu kapan BRT Banjarbakula ini kembali beroperasi? Dishub Kalsel mengungkap, lantaran masih ada beberapa unit yang perlu penangan ekstra, maka busnya tak bisa dioperasionalkan serentak.
Pihaknya tak ingin operasional kembali nanti malah berujung bermasalah dan menimbulkan ketidaknyaman hingga terjadi kecelakaan.
“Kami target pertengahan bulan depan (Juli, red) sudah beroperasional kembali seperti semula,” janji Kepala Dishub Kalsel, Fitri Hernadi, Rabu (18/6/2025).
Sembari menunggu selesainya perawatan, Dishub Kalsel juga tengah menyiapkan rute baru pelayanan BRT Banjarbakula.
Fitri mengungkap rute baru itu akan melayani kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru.
“Nantinya ada perubahan rute baru. BRT Banjarbakula akan melayani hingga ke Perkantoran Pemprov Banjarbaru. Ini sambil kami siapkan, nantinya sekaligus saat operasional kembali,” ungkap Fitri.
Dia menambahkan pihaknya juga masih melakukan verifikasi terhadap driver. Dia tak ingin saat operasional kembali nanti, tak diimbangi dengan kecakapan para sopir dan navigator.
“Kami pastikan, saat operasional kembali nanti, pelayanan akan berbeda,” imbuhnya.
Perihal driver dan navigator BRT, sebelumnya Dishub Kalsel menemukan ada yang tak memenuhi syarat, salah satunya ada yang tak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Di penghentian operasional sementara ini, kami tak hanya melakukan perawatan armada. Tapi juga melakukan verifikasi terhadap para sopir dan navigator untuk memastikan bahwa mereka dapat mengemudikan BRT dengan lebih hati-hati dan sesuai dengan prosedur Standar Operasional Pelayanan (SOP),” terangnya.
Saat ini, sebutnya, pengawasan sopir dan navigator diakuinya masih belum maksimal. Berbeda dengan BTS Banjarbakula yang ada pengawasan manajerialnya.
Yang mana pengawasan tersebut dilakukan oleh pihak ketiga. “Nanti operasionalnya juga akan dibuat lebih profesional seperti BTS Banjarbakula,” katanya.
Seperti diketahui, penghentian sementara operasional BRT Banjarbakula ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga standar keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Perawatan meliputi pengecekan mesin, sistem pengereman, kelistrikan, hingga kebersihan interior dan eksterior kendaraan.
Penumpang yang kerap menggunakan BRT Banjarbakula, Winda, berharap Bus Tayo ini segera beroperasi.
Menurutnya, kehadiran BTS Banjarbakula, tanpa BRT Banjarbakula membuat para penumpang sering rebutan kursi dan berdesakan.
“Mau bagaimana lagi, semoga saja tak lama lagi beroperasi seperti sediakala,” ujarnya.
Editor : Fauzan Ridhani