Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Balik ke Banua, Pemeriksaan Kesehatan Jemaah Haji Diperketat

M Fadlan Zakiri • Selasa, 17 Juni 2025 | 10:39 WIB
TIBA: Para jemaah haji kloter 01 asal Banjarmasin saat tiba di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Minggu (15/6).
TIBA: Para jemaah haji kloter 01 asal Banjarmasin saat tiba di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Minggu (15/6).

MARTAPURA – Ancaman penyakit infeksi emerging seperti Covid-19, MERS, SARS, dan flu burung kembali jadi perhatian serius.

Terutama seiring jadwal kepulangan jemaah haji dari Tanah Suci ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan.

RSUD Ratu Zalecha Martapura pun bergerak cepat, mengetatkan sistem surveilans dan kesiapsiagaan tenaga medis.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Ratu Zalecha Martapura, Agus Dwi Karyanto menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar untuk meningkatkan kewaspadaan secara menyeluruh.

Terutama dalam menyambut kepulangan jemaah haji dari Arab Saudi.

"Kewaspadaan Covid-19 ini secara umum disampaikan oleh Kementerian Kesehatan kepada seluruh Dinas Kesehatan dan rumah sakit. Apalagi sekarang momen kedatangan jemaah haji, yang punya potensi memicu kejadian luar biasa (KLB) suatu penyakit," ujarnya saat ditemui Senin (16/6) sore.

Peningkatan pengawasan dilakukan lewat penguatan tim surveilans. Mereka bakal memantau dan mendata secara ketat setiap temuan kasus penyakit menular di tingkat puskesmas, lalu dilaporkan secara berjenjang ke Dinas Kesehatan dan Kementerian Kesehatan.

"Surveilans wajib melaporkan jika ditemukan kasus yang dicurigai dan berpotensi menjadi KLB. Termasuk mengambil sampel untuk diperiksa di laboratorium dan menelusuri potensi penyebarannya," tambah Agus.

Tak hanya deteksi dini, pihaknya juga melakukan promosi hidup bersih dan sehat, serta edukasi tentang penularan penyakit infeksi emerging kepada masyarakat. Terutama bagi jemaah haji yang baru tiba dari Tanah Suci.

Sementara itu, sistem triase kesehatan juga diterapkan ketat di asrama haji. Jemaah diklasifikasi dalam tiga kategori: hijau, kuning, dan merah.

Jika masuk kategori merah, maka jemaah tersebut wajib menginap untuk pemeriksaan lanjutan. "Kalau ada gejala yang mengarah pada penyakit menular, langsung kami ambil swab dan kalau hasilnya positif, langsung kami rujuk ke rumah sakit. Tidak boleh pulang dulu," tegas Agus.

Agus menyebut, untuk varian baru Covid-19, pihak rumah sakit masih memantau tren kasus secara nasional maupun lokal. "Alhamdulillah, sampai sekarang belum ada yang terdeteksi di RSUD Ratu Zalecha. Tapi kami tetap siaga," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Humas Kanwil Kemenag Kalsel, Rajudin. Dijelaskannya, bahwa seluruh jemaah haji Debarkasi Banjarmasin yang sampai di Asrama Haji akan diperiksa kesehatannya.

“Mereka masuk Aula Jeddah dulu melalui rangkaian pemeriksaan kesehatan, terutama suhu tubuh oleh Bidang Kesehatan PPIH Debarkasi Banjarmasin,” jelas Raju.

Seperti yang dilaksanakan pada 423 jemaah haji asal Banjarmasin, yang mendarat di Banua, Minggu (15/6). “Secara umum keluhan mereka rata-rata batuk saja, maklum habis perjalanan panjang dan penyesuaian kondisi cuaca,” pungkasnya. 

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#haji #jemaah #Banjar #infeksi #kesehatan