Rifka Christy rela datang lebih awal ke Pasar Ramadan di Jalan Sudirman, Banjamasin Tengah. Kakinya melangkah ringan. Matanya menengok kiri dan kanan. Melihat aneka kue yang menggoda.
******
BANJARMASIN - Pasar wadai di bulan Ramadan selalu menjadi tempat yang dirindukan Rifka.
Meski ia non muslim yang tidak berpuasa, antusiasmenya dalam berburu takjil tak pernah surut.
"Berburu takjil adalah momen yang seru banget," katanya.
"Kita rutin tiap Ramadan jalan-jalan ke pasar wadai.
Biasanya yang paling dicari itu masakan kambing, wadai ipau, dan minuman dingin," sambungnya.
Senada dengan Cecilia Faulina, warga non muslim lainnya yang rutin datang ke event Ramadan tersebut.
Bagi Faulina, berburu takjil bukan sekadar mencari jajanan. Ini pengalaman yang menghubungkan dirinya dengan budaya dan tradisi Banjarmasin.
Hiruk pikuk pasar dengan suara pedagang yang riuh menawarkan dagangan, aroma manis kue tradisional, hingga canda tawa sesama pembeli menjadi daya tarik yang sulit ditolak.
"Kalau ke pasar ini, aku selalu merasa menjadi bagian dari sebuah perayaan besar," ujarnya.
"Meskipun aku enggak puasa, aku merasa momen Ramadan ini enggak cuma milik umat muslim, tapi milik semua orang di kota ini. Kita sedang berbagi kebahagiaan."
Maria Yulianus, pengunjung lain, menyambut tibanya Ramadan dengan suka cita.
"Saya pribadi, kendati non muslim, selalu menantikan Ramadan karena pasar wadai. Ini tempat yang pas untuk berburu jajanan, apalagi buat perempuan, lokasinya nyaman dan aman," tuturnya.
Maria menambahkan dengan sedikit bercanda, "Seru banget kalau berburu takjil di sini. Apalagi saat teman-teman muslim sedang lemas, itu kesempatan kita buat jajan duluan," katanya sambil tertawa.
Bagi Rifka, Cecilia, dan Maria, Pasar Wadai Ramadan lebih dari sekadar tempat belanja. Tetapi juga ruang untuk merayakan keragaman, menyatukan semua orang dalam kehangatan tradisi.
Ramadan di Banjarmasin menjadi bukti bahwa kebahagiaan bisa dirayakan bersama, tanpa memandang latar belakang.
Pengawasan BPOM
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Banjarmasin akan memperketat pengawasan terhadap makanan dan minuman yang dijual di Pasar Wadai Ramadan.
"Meskipun tingkat kesadaran pelaku usaha dalam menjaga kualitas produk tergolong baik, pengawasan tetap diperlukan," kata Kepala BBPOM Banjarmasin, Leonard Duma, belum lama tadi.
Beberapa fokus utama pengawasan BBPOM meliputi bahan-bahan berbahaya seperti pewarna tekstil (kesumba), formalin, dan boraks yang sering disalahgunakan dalam makanan.
Leonard menegaskan penggunaan bahan-bahan ini dilarang keras karena berbahaya bagi kesehatan.
"Kami akan memastikan makanan yang dijual bebas bahan-bahan berbahaya. Ini untuk melindungi masyarakat, terutama saat minat belanja meningkat di bulan puasa. Jangan sampai pelaku usaha memanfaatkan momen ini dengan menjual produk yang tidak aman," tegasnya.
Leonard berharap masyarakat bisa menjalankan puasa dengan tenang, tanpa risiko mengonsumsi produk yang berbahaya bagi kesehatan.
"Jika ditemukan pelanggaran, produk tersebut akan kami hancurkan, dan penegakan hukum akan dilakukan sesuai aturan," tutupnya.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief