Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

DPRD Banjarmasin: Pertamina Harus Antisipasi Nataru

Endang Syarifuddin • Senin, 30 Desember 2024 | 12:50 WIB
NATARU:Pertamina optimalkan penyaluran BBM dan LPG di Kalimantan
NATARU:Pertamina optimalkan penyaluran BBM dan LPG di Kalimantan

BANJARMASIN – Pemakaian BBM dan LPG pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu meningkat dibanding hari biasa. DPRD Banjarmasin meminta Pertamina menjaga stok tetap aman.

"Jangan sampai ada kekurangan stok BBM di SPBU dan kelangkaan gas elpiji untuk menghindari keluhan masyarakat dan terjadinya antrian panjang," ujar Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Faisal Hariyadi, Ahad (29/12).

Lonjakan permintaan BBM saat libur Nataru sudah menjadi fenomena rutin sabanpergantian tahun. Sebab masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bepergian.

Politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini melihat sejauh ini stok BBM di sejumlah SPBU dan pasokan gas elpiji masih tergolong aman, namun lonjakan permintaan tetap perlu diantisipasi.
Dia juga mengimbau masyarakat tak terjebak euforia, merayakan malam pergantian tahun dengan berlebihan. Misalnya dengan menyalakan petasan atau berkonvoi.

"Kalau bisa di rumah saja. Alangkah lebih baik intropeksi diri atau berdoa," imbaunya.

Sebelumnya, Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Alexander Susilo memastikan ketersediaan stok dan penyaluran BBM serta elpiji.

"Posko Satgas Nataru kembali aktif mulai 16 Desember 2024 hingga 9 Januari 2025 di kantor regional dan seluruh lokasi. Suplai point BBM dan elpiji di Kalimantan mulai mengawal dan memantau pasokan serta kelancaran distribusi," ujarnya.

Pihaknya memprediksi peningkatan kenaikan konsumsi BBM jenis gasoline mencapai 3,8 persen, BBM jenis gasoil sebesar 1,1 persen, dan kenaikan konsumsi LPG 3,8 persen.

"Estimasi peningkatan gasoline dari 1.927 KL (kilo liter) menjadi 2.000 KL, gasoil dari 837 KL menjadi 847 KL, elpiji dari 426 MT (metrik ton) menjadi 442 MT," sebutnya.

Kalau terjadi keterlambatan pasokan, bukan berarti ada masalah kuota, tapi karena masalah teknis. Misalnya kendala pengiriman akibat cuaca buruk di laut. "Tapi kami pastikan aman," pungkas Alex. 

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#Pertamina #tahun baru #BBM #banjarmasin #natal #dewan