Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Demi Kurangi Volume Sampah Organik di Banjarmasin, DLH Pasang Target Membudidayakan Manggot Sejumlah Ini

Endang Syarifuddin • Selasa, 12 November 2024 | 12:09 WIB
GUNAKAN MAGGOT: Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Banjarmasin Marzuki memberikan keterangan terkait sampah.(Foto : Dokumen Radar Banjarmasin)
GUNAKAN MAGGOT: Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Banjarmasin Marzuki memberikan keterangan terkait sampah.(Foto : Dokumen Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN – Mengurangi volume sampah organik yang mencapai 6 ton per hari, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin menggunakan maggot.

Larva dari jenis Black Soldier Fly (BSF) atau Hermetia Illucens dalam bahasa Latin ini memang dikenal rakus.

Maggot mampu mengurai 17 kilogram sampah organik setiap hari.

Artinya semakin banyak akan menjadi solusi yang baik untuk dapat mengurangi volume sampah organik di Banjarmasin.

Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Banjarmasin, Marzuki mengatakan pihaknya sudah memfasilitasi dua kelompok swadaya masyarakat untuk membudidayakan maggot di Banjarmasin.

“Kelompok masyarakat di kawasan TPS dan Tanjung Pagar Banjarmasin Selatan,” kata Marzuki, usai pertemuan dengan DPRD Kota Banjarmasin, kemarin (12/11/2024) siang.

DLH sudah menyiapkan sebanyak 5 ratus rak tempat pengembangan maggot.

Tetapi belum seluruhnya terisi.

Sampai saat ini baru 100 kilogram maggot. Diharapkan masyarakat dapat mengembangkan lebih banyak lagi.

“Targetnya sekitar 1.500 kilogram maggot. Dengan jumlah itu, optimis dapat mengurangi volume sampah organik di Banjarmasin,” ucapnya.

Menurutnya, keberadaan maggot bukan hanya mampu membantu pengelolaan sampah saja.

Namun, juga memiliki nilai ekonomis.

Di antaranya dapat digunakan sebagai pakan ternak dan pakan budi daya ikan, serta pengendalian hama.

Selanjutnya maggot juga dapat membantu dalam proses pemulihan tanah yang terdegradasi kualitasnya.

Bahkan juga digunakan sebagai bahan untuk kosmetik.

“Sementara ini kami hanya memfasilitasi. Untuk penjualannya diserahkan kepada kelompok masyarakat,” terangnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
#maggot #banjarmasin #DLH #Sampah