BANJARMASIN - Stunting menjadi perhatian serius Pemko Banjarmasin.
Tahun 2025, menganggarkan miliaran Rupiah untuk program makanan gratis bergizi bagi 1.200 anak.
"Anggaran yang disiapkan untuk memberi makan anak sebanyak itu sekitar Rp2,3 miliar. Sudah dibahas pada rancangan APBD tahun depan," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Tabiun Huda ditemui wartawan usai rapat dengan Badan Anggaran (Banggar), Jumat (1/11/2024).
Menurutnya, angka kasus stunting di Banjarmasin yang masuk dalam program makanan bergizi gratis itu sesuai dengan verifikasi data manual di lapangan.
"Kalau melihat persentase data dari pusat di atas 24 persen. Tapi kalau kita hitung di lapangan, sebenarnya hanya 4,7 persen atau 1.200 anak saja," jelasnya.
Meskipun ada perbedaan data dengan milik Dinkes, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina telah menginstruksikan penanganan kasus stunting menjadi prioritas Pemko Banjarmasin.
"Kita berupaya keras untuk mengentaskan kasus stunting di Banjarmasin," cetusnya.
Pemberian makan bagi anak stunting ini meneruskan program kegiatan yang sudah dilakukan sebelumnya.
Seluruh anak yang mengalami gangguan pertumbuhan diawasi ketat asupan makanan yang dikonsumsi.
Program tersebut akan berlangsung selama tiga bulan.
"Kita kirim makanan untuk anak stunting usia 2 tahun ke bawah. Kita awasi perkembangan mereka, ditimbang berat badannya, diukur tinggi badannya setiap hari," jelasnya.
Menurut dia, dengan intervensi program yang dilakukan pemko saat ini dinilai cukup berhasil menurunkan angka anak stunting di Banjarmasin.
"Efektif sekali dalam menurunkan stunting di Banjarmasin," cetus Tabiun.
Editor : Eddy Hardiyanto