AMUNTAI - Jalan ambles trans kalimantan di Desa Sungai Turak, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang menjadi urat nadi jalur angkutan barang, diharapkan segera mendapat perhatian serius dari pihak berwenag.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan di jalan tersebut.
Diketahui, pasca mengalami penurunan badan jalan sekitar dua bulan lalu, salah satu akses trans kalimantan yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur itu masih aktif dilalui kendaraan.
Dari pengamatan Radar Banjarmasin, Rabu (2/10/2024), penurunan badan sudah mencapai 1 meter sampai 1,7 meter, dengan panjang kurang lebih 40 meter.
Hal ini membuat masyarakat, khususnya pengendara jadi was-was kala melewati jalan tersebut.
Begitupun tanggul beton yang berada tepat di tepi sungai Tabalong juga semakin miring dan sangat berbahaya apabila air sungai naik saat musim hujan tiba.
Air akan membanjiri jalan dan kemungkinan membuat akses jalan bisa lumpuh. "Kami khawatirkan ketika musim penghujan tiba, jalan dapat dipastikan terendam, akibat ada celah dekat tanggul yang posisinya ada di tepi sungai,” ungkap Usuf, warga Kota Amuntai.
Pria yang berprofesi sebagai pengajar ini berharap Dinas terkait atau penanggung jawab jalan segera memperhatikan Jalan Trans Kalimantan Sungai Turak- Kelua.
Adapun langkah yang dilakukan Pemkab HSU untuk penanganan jalan tersebut adalah dengan melakukan pengusulan perbaikan melalui surat rekomendasi Bupati HSU kepada Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalsel.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten HSU, Amos Silitonga mengatakan pihaknya bersama dengan BPJN baru-baru ini telah meninjau jalan tersebut.
“Dari komunikasi yang berjalan, infonya perbaikan jalan ini sudah masuk dalam rancangan anggaran pada 2025. Dan awal tahun 2025 akan segera dikerjakan,” ujar Amos lewat sambungan telepon.
Sambil menunggu pengerjaan di awal tahun 2025, akan dilaksanakan perbaikan sementara, termasuk antisipasi jalan memasuki musim penghujan tahun ini.
“Akses jalan ini merupakan urat nadi ekonomi dan logistik yang menghubungkan tiga provinsi, Kalsel, Kalteng, dan Kaltim,” lengkapnya.
Diketahui, saat ini kondisi jalan yang ambles tetap dilintasi pengendara roda dua, roda empat, bahkan lebih.
Pengendara melintasi jalan tersebut secara bergantian, sebab petugas menerapkan akses buka tutup jalan.
Editor : Fauzan Ridhani