BANJARMASIN - Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin meninjau kerusakan SDN Kebun Bunga 9, Senin (2/9) pagi.
Bagunan sekolah di Jalan Pandu 1, Banjarmasin Timur itu turut terdampak, pasca kebakaran Bank Sampah Setia Kawan, sehari sebelumnya.
Dari hasil pemantauan, kerusakan mencapai 25 persen atau rusak sedang.
Api melahap rangka jendela, kaca berserakan, ujung rangka atap juga menjadi arang.
Kepala Bidang SD, Disdik Kota Banjarmasin, Ibnul Qayyim mengatakan, pihaknya mengidentifikasi kerusakan ruang.
“Untuk memastikan berapa kerusakan, mana yang bisa dipakai, kita koordinasikan dengan tim sarpras (sarana prasarana),” jelas Qayyim.
Ia menjabarkan, setidaknya ada tiga ruang kelas,
satu ruang guru dan ruang kepala sekolah yang terdampak.
Khawatir siswa cedera akibat pecahan kaca, untuk sementara pembelajaran digelar secara daring.
“Siswa kita online-kan dulu sekitar tiga hari sembari pembersihan ruang. Khawatir siswa terkena kaca,” ujar Qayyim.
Sekolah ini juga sempat terdampak kebakaran pada 2020. Belum tuntas pembangunan, kelas-kelas sebelahnya kembali dilanda musibah.
“Insya Allah 2025 kita anggarkan kembali untuk bangunan itu. Sementara bangunan yang baru terdampak ini direhabilitasi,” tutupnya.
BANJARMASIN - Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin meninjau kerusakan SDN Kebun Bunga 9, Senin (2/9) pagi.
Bagunan sekolah di Jalan Pandu 1, Banjarmasin Timur itu turut terdampak, pasca kebakaran Bank Sampah Setia Kawan, sehari sebelumnya.
Dari hasil pemantauan, kerusakan mencapai 25 persen atau rusak sedang.
Api melahap rangka jendela, kaca berserakan, ujung rangka atap juga menjadi arang.
Kepala Bidang SD, Disdik Kota Banjarmasin, Ibnul Qayyim mengatakan, pihaknya mengidentifikasi kerusakan ruang.
“Untuk memastikan berapa kerusakan, mana yang bisa dipakai, kita koordinasikan dengan tim sarpras (sarana prasarana),” jelas Qayyim.
Ia menjabarkan, setidaknya ada tiga ruang kelas,
satu ruang guru dan ruang kepala sekolah yang terdampak.
Khawatir siswa cedera akibat pecahan kaca, untuk sementara pembelajaran digelar secara daring.
“Siswa kita online-kan dulu sekitar tiga hari sembari pembersihan ruang. Khawatir siswa terkena kaca,” ujar Qayyim.
Sekolah ini juga sempat terdampak kebakaran pada 2020. Belum tuntas pembangunan, kelas-kelas sebelahnya kembali dilanda musibah.
“Insya Allah 2025 kita anggarkan kembali untuk bangunan itu. Sementara bangunan yang baru terdampak ini direhabilitasi,” tutupnya.
Editor : Arif Subekti