Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

YABN Bantu Ponpes Al Islam Konservasi Bambu dari Seluruh Dunia

Ibnu Dwi Wahyudi • Rabu, 28 Agustus 2024 | 11:27 WIB
ECO PESANTREN : Mochammad Irvan Efrizal dari Self Learning Institute mensosialisasikan program konservasi bambu dari berbagai belahan dunia ke para santri Ponpes Al Islam Kambitin.
ECO PESANTREN : Mochammad Irvan Efrizal dari Self Learning Institute mensosialisasikan program konservasi bambu dari berbagai belahan dunia ke para santri Ponpes Al Islam Kambitin.

TANJUNG - Pondok Pesantren Teknologi Pertanian Al Islam di Desa Kambitin Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong mengembangkan eco pesantren.

Program berbasis lingkungan itu diterapkan dengan konservasi atau arboretum bambu dari berbagai belahan dunia, selain yang ada di Indonesia sendiri.

Puluhan rumpun bambu beraneka jenis tersebut telah berhasil ditanam di dalam kawasan pondok.

"Terdapat 43 jenis bambu dari seluruh dunia dengan total 173 rumpun bambu yang sudah di tanam," jelas Mochammad Irvan Efrizal dari Self Learning Institute, saat mensosialisasikan program tersebut ke para santri di Ponpes Al Islam Kambitin, Selasa (27/8/2024).

Bambu itu diantaranya berasal dari negeri Cina, Jepang, Myanmar, Philipina, Amerika, Thailand, hingga Afrika.

TUMBUH : Salah satu jenis bambu yang ditanam di Ponpes Al Islam Kambitin tumbuh subur.
TUMBUH : Salah satu jenis bambu yang ditanam di Ponpes Al Islam Kambitin tumbuh subur.

Sayangnya, 173 rumpun bambu yang ditanam, diberitahukan Irvan, tiga diantaranya mati. Namun, segera akan diganti dengan bibit baru.

Ia menjelaskan, manfaat dari bambu sebagai area konservasi air dan penghasil oksigen 60 persen lebih banyak daripada tanaman lain, serta memperbaiki ekosistem dan kualitas tanah.

"Pengembagan kawasan arboretum ini direncanakan akan dijadikan sebagai wisata edukasi, area camping ground, gazebo dan guest house," tuturnya.

Guest house atau rumah singgah dapat dimanfaatkan bagi orang tua santri saat menjenguk anaknya ke Ponpes.

Sedangkan wisata edukasi, camping groud dan gazebo bisa dijadikan wisata pengenalan aneka jenis bambu bagi masyarakat yang berkunjung.

Mendengarkan pondok pesantrennya menjadi kawasan konservasi bambu, para siswa sangat antusias menyambutnya.

Mereka bersorak dan bertepuk tangan atas kemajuan tempatnya menuntut ilmu.

Pembina Ponpes Al-Islam, Ustadz H Fajeriannur Mus'adi berharap sekali dengan keberadaan lahan arboretum menjadi solusi lingkungan di pondoknya.

"Ini menjadi solusi dari kendala utama yang saat ini dihadapi pondok. Yaitu tanah kurang subur dan ketersediaan air terbatas," terangnya.

Dengan begitu, dia yakin program itu akan menghasilkan sumber cadangan air baru dan meningkatkan kesuburan tanah di Ponpes.

Ia pun meminta para santri tidak hanya menanam bambu, tetapi merawatnya dengan baik, dan menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

Hadirnya konservasi bambu tersebut berkat bantuan Yayasan Adaro Membangun Negeri (YABN).

Section Head YABN Deri Angraeini, meminta bambu yang diserahkan dan telah ditanam dapat bermanfaat bagi warga Ponpes dan lingkungan sekitarnya.

"Program ini bukan hanya penanaman, tetapi juga proses perawatan yang baik sehingga dapat menjaga kelestarian lingkungan sekitar," terangnya.

Semua yang dilakukan hari itu pun diharap menjadi cerita sukses dan kebanggaan bagi semua. "Semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua," jelasnya.

Harapan Deri Angraeini lainnya, penanam bambu itu akan menghantarkan Ponpes Al Islam Kambitin bisa menjadi Eco Pesantren atau Ponpes berbasis ramah lingkungan. (ibn)

Editor : Muhammad Helmi
#PT ADARO #YABN