RANTAU – Setelah sebelumnya para pemuda yang melakukan aksi bersih-bersih, beberapa bulan kemudian sungai di Desa Pematang Karangan Hilir Kecamatan Tapin Tengah kembali kotor.
Kepala Desa bersama aparat desa, BPD, Ketua RT serta RW dan masyarakat ikut turun untuk membersihkan sungai tersebut.
Kepala Desa Pematang Karangan Hilir, Yunani mengatakan aksi bersih-bersih sungai ini memang sengaja dilakukan, agar sungai kembali bersih.
“Alhamdulillah kami bersama warga bisa turun untuk bergotong-royong membersihkan sungai,” katanya, Senin (29/7).
Selain itu, kegiatan ini juga untuk penyambutan tim penilaian lomba tingkat provinsi pada acara penilaian kelompok asuhan mandiri kesehatan tradisional kelompok Asmantoga Jahe Wangi desanya.
“Ini juga sekaligus memeriahkan bulan Agustus sebagai bulan perjuangan,” paparnya.
Diakuinya walaupun sempat bersih, namun kesadaran kesadaran warganya masih kurang tentang kebersihan sungai, sehingga masih ada warga yang membuang sampah di bantaran sungai desa.
“Padahal sudah diadakan tempat pembuangan sampah sementara di RT 6, tapi masih ada saja yang membuang ke sungai,” paparnya.
Ia pun berharap usai sungai kembali bersih, tidak ada lagi warga yang membuang sampah di bantaran sungai ini.
“Aksi ini akan rutin kita laksanakan setiap enam bulan sekali,” pungkasnya.
Sementara salah satu pemuda, Aiman Fadillah senang dengan aksi bersih-bersih yang dilakukan oleh aparat desa bersama warga, apalagi bertepatan dengan kemarau tentu mudah untuk dibersihkan.
Baca Juga: Simpan 6 Paket Sabu, Warga Tapin Utara Ditangkap
“Kita bersyukur aksi yang sebelumnya dilakukan oleh para pemuda untuk bersih-bersih sungai, bisa diikuti oleh aparat desa dan warga setempat,” ucapnya.
Ia mengakui bahwa masih ada sebagian masyarakat yang masih kurang sadar akan kebersihan sungai dan mereka tetap membuang sampah ke sana.
“Semoga setelah sungai bersih, tidak ada lagi warga yang membuang sampah ke sungai,” harapnya.
Editor: Arif Subekti