Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Demi Keamanan Pangan, Laboratorium Penyakit Hewan Satu-Satunya di Kalimantan Mulai Dikerjakan Balai Veteriner Banjarbaru

M Fadlan Zakiri • Rabu, 10 Juli 2024 | 21:29 WIB
MENERANGKAN:Kepala Balai Veteriner Banjarbaru, Drh Putut Eko Wibowo menjelaskan denah rancangan bangunan Laboratorium Emerging Disease satu-satunya di Pulau Kalimantan, Rabu (10/07/2024).(Foto:Fadlan
MENERANGKAN:Kepala Balai Veteriner Banjarbaru, Drh Putut Eko Wibowo menjelaskan denah rancangan bangunan Laboratorium Emerging Disease satu-satunya di Pulau Kalimantan, Rabu (10/07/2024).(Foto:Fadlan

BANJARBARU - Setelah puluhan tahun beroperasi, Balai Veteriner Banjarbaru akhirnya bakal memiliki Laboratorium Emerging Disease.

Dan saat ini laboratorium kesehatan hewan satu-satunya di Pulau Kalimantan tersebut mulai dikerjakan. Tepatnya setelah dilakukan proses peletakan batu pertama pada Rabu (10/07/2024) siang.

Kepala Balai Veteriner Banjarbaru, Drh Putut Eko Wibowo mengatakan laboratorium yang dikerjakan di atas lahan seluas 3.200 meter persegi tersebut, akan jadi cikal bakal laboratorium pengujian dan penyidikan penyakit hewan regional seluruh Kalimantan.

“Selain satu-satunya di Pulau Kalimantan, laboratorium ini juga akan jadi fasilitas penelitian terbesar di Kalimantan untuk penanganan penyakit hewan,” ucap Putut di sela acara.

Sebab, kata Putut, ketika sudah mulai beroperasi, laboratorium yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp30 miliar ini akan dilengkapi dengan peralatan dan fasilitas yang lebih modern dan canggih.

Laboratorium yang dibangun dengan dana yang berasal dari Kementerian Pertanian (Kementan) ini nantinya akan menjadi pusat penelitian segala penyakit hewan yang ada di Kalimantan.

“Terutama dalam penanganan penyakit hewan yang bisa menular ke manusia di Kalsel,” ujarnya.

Selain itu, Putut menambahkan, kehadiran Laboratorium Emerging Disease di Banjarbaru ini juga sebagai salah satu penyokong keamanan, kesehatan, dan keamanan pangan bagi manusia dan hewan serta sebagai laboratorium penyokong Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Selain jadi gerbang IKN, pasokan pangan di IKN nantinya nantinya, sebagian besar akan disokong dari Kalsel. Termasuk kebutuhan ternaknya, jadi laboratorium ini sangat penting sifatnya untuk ketahanan pangan,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya laboratorium ini dilengkapi dengan peralatan canggih untuk analisis mikrobiologi (bakteri, virus, parasit, jamur) dan genetika yang memungkinkan identifikasi cepat dan akurat dari patogen dan penyakit.

Selain itu, laboratorium juga memfasilitasi penelitian interdisipliner, memungkinkan kolaborasi antara ahli kesehatan manusia, ahli hewan, dan ahli lingkungan.

Ia berharap proses pembangunan laboratorium yang berlokasi di Jalan Ambulung, Kelurahan Loktabat Selatan, Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru ini bisa terlaksana sesuai target dan berjalan lancar.

“Targetnya laboratorium ini akan selesai dibangun pada pada Desember 2024,” tukasnya.

Dimulainya pembangunan laboratorium tersebut mendapat dukungan dari Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin.

kehadiran laboratorium ini jadi bukti keseriusan seluruh instansi di wilayah Banjarbaru untuk membangun Kalsel yang nantinya bakal jadi penyokong IKN.

“Di sini akan jadi tempat kolaborasi dari berbagai ahli dan instansi dalam mendiagnosa sekaligus menangani penyakit yang berdampak pada masyarakat,” ujarnya

Karena itulah, Aditya berharap agar laboratorium ini bisa segera hadir melayani masyarakat.

“Khususnya untuk memahami, mendiagnosis, mengobati, serta memantau penyakit yang dapat ditularkan antara manusia dan hewan,” jelas Aditya.

Editor : Fauzan Ridhani
#Satu-satunya #banjarbaru #laboratorium #Pulau Kalimantan #balai veteriner