AMUNTAI - Pada perairan rawa lebak di Kabupaten Hulu Sungai Utara, masih banyak dijumpai Burung Belibis Kembang.
Belibis ini masuk dalam famili Anatidae.
Burung ini tersambar di sejumlah wilayah di Indonesia termasuk di rawa Kabupaten Hulu Sungai Utara, Provinsi Kalimantan Selatan.
Dalam kondisi hidup unggas menyerupai bebek mini berparuh hitam dan dan berbulu didominasi coklat dan dan sedikit hitam dijual di harga Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu per ekor, oleh warga di daerah ini.
Ridha warga Desa Tigarun di Kecamatan Amuntai Tengah, salah satu warga yang menjual Belibis dalam kondisi hidup, dan merupakan hasil tangkapan dari alam liar.
“Ada perangkat Belibis kami pasang di rawa. Kami tinggal. Mungkin sekitar seharian baru datang kembali melihat apakah berisi Belibis atau tidak.
Ya cukup sulit mengingat unggas ini melihat gerakan sedikit bisa langsung terbang,” ujarnya pada media ini.
Diungkapkannya, bahwa dia tidak setiap hari mendapatkan unggas dengan nama ilmiah Dendrocygna Arcuata. Sabab cukup sulit untuk ditangkap.
“Karena sulit ditangkap, kami jual Rp 60-70 ribu per ekor, ke pembeli,” lengkapnya.
Biasanya Belibis dibeli pihak rumah makan yang menyediakan menu Belibis Goreng dan penghobi burung untuk dipelihara.
Editor: Arif Subekti