BANJARBARU - Pusat Data Nasional (PDN) diretas hacker sejak 20 Juni 2024 tadi hingga tidak berfungsi akibat serangan ransomware.
Ransomeware mengenkripsi data dan sistem operasi penting di pusat data.
Akibat serangan Pusat Data Nasional ini, sejumlah layanan lumpuh.
Untungnya, serangan ransomware yang terjadi pada pusat data di Surabaya itu tidak berimbas pada data di Kalsel.
Terbukti, pelayanan publik dan data di Kalsel masih berjalan normal.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel, Muhammad Muslim menegaskan aktivitas yang berhubungan dengan data pada Diskominfo ataupun dinas lainnya dalam keadaan baik dan aman.
’’Alhamdulillah aman. Data center Kominfo Kalsel aman, jalan saja tidak terganggu," katanya saat dikonfirmasi Radar Banjarmasin, Rabu (3/7/2024).
Untuk website di Kalsel, diungkapkan Muslim pihaknya menggunakan data berganda atau mirroring.
"Jadi, yang di tempat kita aman saja gak terganggu, kita punya data backup di daerah, bisa dikembalikan di data center Diskominfo," ucap Muslim.
Namun, Muslim menyebut pada saat serangan ransomware, terjadi gangguan di aplikasi Srikandi atau aplikasi pengarsipan milik pusat.
"Kalau yang aplikasi berkaitan pusat, seperti Srikandi atau pengarsipan persuratan menggunakan tanda tangan elektronik, itu masih terganggu. Namun, tetap bisa kami sikapi dengan pencatatan surat secara konvensional terlebih dulu," jelasnya.
Muslim mengakui pihaknya juga telah membackup data yang ada di Diskominfo Kalsel untuk mengantisipasi hal tersebut.
"Kita mengikuti standar yang dilindungi BSSN, kita selalu kordinasi. Dan di provinsi pun juga ada tim khusus untuk mengawal keamanan data di Kalsel. Insya Allah selalu berbenah dan sudah mengantisipasi serangan hacker," yakinnya.
"Dari tim, jika ada anomali yang tidak biasanya maka dilakukan sesuai standar operasionalnya, di identifikasi, nanti tim yang melakukan tindakan preventif sesuai SOP," tambahnya.
Muslim menegaskan masyarakat Kalsel tidak perlu khawatir terkait imbas serangan hacker, karena diakui Muslim, pihaknya akan selalu memperkuat SDM, Sarana Prasarana untuk melakukan pengamanan data.
"Kita selalu berbenah dan waspada dalam melakukan pengamanan data, Insya Allah aman masyarakat tidak perlu khawatir," pungkasnya.
Editor : Fauzan Ridhani