AMUNTAI - Dinas Perumahan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Disperkim-LH) Hulu Sungai Utara memangkas sejumlah pohon yang rimbun di tepi jalan dan perkantoran di Kota Amuntai.
Salah satunya pohon Beringin yang berada di traffic light simpang empat Banua Lima, Kelurahan Kebun Sari.
Petugas memangkas dibantu truk crane mini multi fungsi milik Disperkim-LH. Pemangkasan penting untuk mencegah musibah pohon tumbang.
Kepala Disperkim-LH HSU, Hermani Johan mengatakan cuaca cukup berangin, kadang panas dan hujan hampir sebulan ini, membawa pihaknya memangkas sejumlah pohon yang ada di tepi jalan protokol Kota Amuntai.
“Pohon beringin cukup tinggi dan rimbun ada di simpang empat Banua Lima, kami terpaksa menggunakan truk crane untuk menjangkau dahan dan ranting yang cukup tinggi,” ujar Hermani pada media ini, Rabu (3/7/2024).
Hermani juga meminta masyarakat yang memiliki pohon rimbun dan berpotensi tumbang agar aktif memangkas ranting maupun dahan pohon.
Supaya tidak menimbulkan kerugian baik materi maupun jiwa.
“Jadi ada baiknya warga aktif memangkas dahan pohon biar rumah aman, dan tidak menyebabkan warga maupun pengendara tertimpa pohon,” ajaknya.
Apabila tidak mampu menebang pohon secara mandiri, sebaiknya masyarakat melaporkan ke dinasnya.
Bakal ditindaklanjuti bidang terkait dalam hal ini pertamanan.
Pemerhati lingkungan Kota Amuntai, Budi Lesmana setuju jika pohon tersebut cukup rimbun, ada baiknya dipangkas. “Untuk ditebang, jangan. Terkecuali pohon sudah lapuk atau mati, mungkin sah saja untuk ditebang,” nilainya.
Ia menyampaikan bahwa kehadiran pohon penting dalam upaya penghijauan untuk mengurangi pemanasan global atau global warming.
Menurut Budi, di Kota Amuntai juga perlu banyak lagi pepohonan.
Ini sebagai upaya menciptakan kesejukan di sekitar Kota Amuntai.
“Saat ini, pepohonan sudah lumayan di daerah ini. Namun, kalau bisa diperbanyak lagi oleh dinas terkait,” sarannya.
Editor : Eddy Hardiyanto