BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin telah melunasi sebagian besar utang sisa proyek tahun 2023 kemarin.
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyatakan, dari total utang Rp348 miliar, sebagian besar telah dibayar per 1 Juli 2024.
"Masih ada utang Rp6,2 miliar yang belum terbayar," sebutnya dalam konferensi pers di Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Banjarmasin, Senin (1/7).
"Sisa utang itu akan dibayarkan di APBD Perubahan 2024 nanti," tambahnya.
Mengapa tak dilunasi sekarang? Mengapa sampai harus menunggu APBD Perubahan?
Kepala BPKPAD Banjarmasin, Eddy Wibowo menjawab, ini berkaitan dengan mekanisme pengajuan pembayaran yang tidak bisa diajukan di tengah jalan.
"Makanya harus dimasukkan ke APBD Perubahan," jelasnya.
"Jadi kami meminta maaf kepada rekan penyedia jasa atau pihak ketiga. Keterlambatan ini bukan karena disengaja. Tapi memang sistemnya begitu," sambungnya.
SKPD yang masih berutang adalah Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), dan Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispersip).
Kembali ke Ibnu, ia berharap masalah utang ratusan miliar rupiah ini bisa menjadi pembelajaran.
"Agar di masa mendatang kejadian yang sama tidak terulang. Memang kejadian seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya," ungkapnya.
Ibnu lantas meminta seluruh SKPD untuk meningkatkan pengawasan dan evaluasi keuangan internal.
Lalu, mempercepat proses lelang di tahun 2024 ini. Bahkan, beberapa skala prioritas sudah mulai memasuki pengerjaan pada pertengahan tahun ini.
"Masih ada waktu tujuh bulan lagi. Semoga bisa cepat dan terkejar," tutup Ibnu.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman mengatakan, salah satu penyebab keterlambatan pembayaran utang ini akibat perubahan regulasi dari pemerintah pusat.
Yakni perubahan mekanisme pencarian dana transfer pusat dalam bentuk treasury deposit facility (TDF).
Sekarang, untuk mencairkan dana ke kas daerah harus ditahan dulu selama tiga bulan.
"Tapi nanti kami lihat, apakah akan ada perubahan regulasi lagi. Agar kita bisa langsung beradaptasi," ujar Ikhsan.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief