AMUNTAI - Sebuah bangunan rumah adat banjar bertipe bubungan tinggi tampak kokoh berdiri. Lokasinya masih berada di Kompleks Candi Agung Amuntai.
Bangunan berkelir kuning itu difungsikan sebagai museum mini. Didirikan pada kurun waktu tahun 1981-1982.
Beberapa koleksi di museum tersebut adalah artefak asli. Temuan pada saat ekskavasi situs Candi Agung Amuntai. Mulai dari sisa gerabah, pecahan keramik, batu bata ukuran jumbo. Baca Juga: Museum Wasaka Menyimpan Ratusan Barang Bersejarah, Ini Beberapa Koleksinya...
Salah satu koleksi yang paling berharga adalah sebuah gerabah yang masih utuh. Gerabah itu dibuat dari tanah liat. Ditemukan arkeolog, Uka Tjandra pada saat ekskavasi tanggal 17 Agustus hingga 14 September tahun 1967.
Penanggung jawab museum, Dewi mengatakan beberapa koleksi hasil penggalian ekskavasi pada tahun itu sebagian besar dibawa ke Jakarta dan ditempatkan di TMII.
Sedangkan untuk satu set gamelan, hingga tempat tidur Putri Junjung Buih merupakan barang replika. "Termasuk material kuningan berbentuk Kapal Prabayaksa, yang dibuat menyerupai naga," ujarnya.
Konon, Prabayaksa adalah kapal terbesar dan tercepat yang membawa Empu Jatmika dan anaknya, Lambung Mangkurat, dari Negeri Keling menuju tanah yang akan menjadi tempat didirikannya Nagara Dipa. Baca Juga: Tahulah Pian, Tradisi Mangilan Lidi di Candi Agung Amuntai Hulu Sungai Utara
Selain itu, dalam museum juga ada foto mantan Wapres RI, Adam Malik yang datang ke Kompleks Candi Agung pada tanggal 18 November 1980. Kemudian, catatan silsilah keturunan Kerajaan Negara Dipa. "Museum ini terbuka untuk umum. Siapapun boleh berkunjung. Jangan lupa, lepaskan alas kaki, untuk menjaga kebersihan," ingatnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief