Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kalibrasi Arah Kiblat di Kalsel, Populerkan Kembali Metode Ini

Zulqarnain Radar Banjarmasin • Selasa, 28 Mei 2024 | 10:53 WIB

 

UKUR: Jajaran pegawai melakukan pengukuran arah kiblat di halaman Kantor Kemenag Tapin.
UKUR: Jajaran pegawai melakukan pengukuran arah kiblat di halaman Kantor Kemenag Tapin.

BANJARMASIN - Kalibrasi arah kiblat merupakan bagian dari program "Hari Sejuta Kiblat" yang dicanangkan Direktorat Bina Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag RI. Ini demi mempopulerkan kembali metode penentuan arah kiblat menggunakan bayangan matahari di tengah masyarakat.

Untuk menemukan arah kiblat, masyarakat dapat menggunakan tongkat tegak atau bandul yang digantung di luar ruangan. Mengingat Indonesia berada di sebelah tenggara Mekkah secara geografis, arah kiblat adalah sejajar dengan garis bayangan yang menuju ke barat laut. Setelah menetapkan arah kiblat, saf atau garis salat dapat disusun dengan posisi tegak lurus terhadap bayangan arah kiblat yang telah ditetapkan.

"Menentukan arah kiblat dengan tepat adalah syarat sah salat dalam Islam. Dengan program ini, kami ingin masyarakat mengetahui bahwa selain menggunakan teknologi seperti teodolit, mereka juga bisa menggunakan alam, yaitu matahari, untuk menentukan arah kiblat," jelas Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Tanbu, Abdul Hamid.

Kepala Kantor Kemenag Tapin, Nazwan Noor mengakui partisipasi pihaknya melakukan kalibrasi arah kiblat untuk menyukseskan rekor muri secara nasional. Harapannya sejuta umat Islam melakukan pengukuran secara sukarela.

“Untuk di Tapin, selain kita (tim Kantor Kemenag Tapin, red), ada madrasah, pesantren maupun KUA ikut berpartisipasi. Sebelumnya kita juga mengimbau masyarakat maupun masjid-masjid untuk melakukan pengukuran,” jelasnya.

Seandainya ada pergeseran arah kiblat dari hasil pengukuran ini, Nazwan mempersilakan. “Kalau memang ada perubahan, diserahkan ke masing-masing saja untuk mengubah arah kiblatnya,” tuturnya.

Kasi Bimas Kantor Kemenag Tapin, Munadjab Effendi Allu menyebut peristiwa arah kiblat kurang akurat pernah terjadi di Tapin.

“Kejadiannya tahun 2022 lalu, ada satu musala yang melakukan arah kiblat ulang usai ada laporan masyarakat. Ditambah tiga masjid, karena memang permintaan dari pengurus masjid,” terangnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, tidak ingin menyia-nyiakan momen langka ini, Kemenag RI menggelar kegiatan bertajuk Hari Sejuta Kiblat dengan tagline Temukan Kiblat, temukan Kekhusyukan.

"Kegiatan ini mengajak masyarakat untuk meng-upload foto pengukuran arah kiblat ke Instagram dan mention akun @harisejutakiblat, serta menggunakan hastag #harisejutakiblat dan #bimasialm," terang Kepala Kantor Kemenag Balangan, Saribuddin.

Kegiatan Hari Sejuta Kiblat dapat diikuti oleh berbagai kalangan seperti penyuluh agama, santri pondok pesantren, siswa madrasah, mahasiswa, anggota majelis taklim, aktivis ormas Islam, takmir masjid, PNS, buruh/karyawan swasta, pedagang/pelaku usaha, petani/nelayan, pengelola fasilitas umum, serta masyarakat umum lainnya.

Sebagai bentuk apresiasi, akan ada doorprize total Rp20 juta untuk 60 orang terpilih. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat untuk memastikan arah kiblat yang benar, juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keakuratan arah kiblat dalam beribadah.

"Peserta yang ingin mengikuti kegiatan Hari Sejuta Kiblat bisa mendaftar di https://s.id/harisejutakiblat," tutupnya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#agama #kiblat #islam