Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Nasib Rumah Reyot di Perairan Rawa di Hulu Sungai Tengah, Bedah Rumah Selalu Tertolak

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Senin, 13 Mei 2024 | 08:23 WIB
PERLU PERBAIKAN: Rumah-rumah warga di Dusun Awang Landas yang terpotret perlu perbaikan permanen.
PERLU PERBAIKAN: Rumah-rumah warga di Dusun Awang Landas yang terpotret perlu perbaikan permanen.

 

Warga yang tinggal di Dusun Awang Landas belum pernah mendapatkan jatah bedah rumah. Usulan warga setempat selalu terhalang “tembok” aturan.

     ****
BARABAI – Dusun Awang Landas berada Desa Sungai Buluh, Kecamatan Labuan Amas Utara, Hulu Sungai Tengah (HST). Permukiman di sini tampak begitu mengkhawatirkan. Tinggal di perairan rawa, membuat mereka sering dilanda banjir. Akhirnya rumah warga kian cepat lapuk.

Pantauan di lapangan, memang tidak semua rumah warga dalam keadaan lapuk. Beberapa ada yang masih kokoh, karena bahan dasar bangunan dari kayu ulin.

Namun, rumah yang kondisinya reyot ada puluhan. Hanya tiang rumah saja yang terbuat dari ulin. Sedangkan dinding dan lantai rumah dari kayu biasa. Ditambah atap rumah banyak ditambal seng. Kelihatan sekali rumah itu sudah tidak nyaman. Seperti gubuk. Bedanya warga di sini tinggalnya menetap.

Rumah yang perlu direhabilitasi ini ukurannya terbilang kecil. Hanya memiliki satu kamar. Bahkan ada juga rumah yang ruang tamunya jadi satu dengan kamar. Keadaan ini diperparah dengan lantai papan yang bisa patah sewaktu-waktu.

Warga setempat, Basri mengatakan sebenarnya sudah beberapa kali tim survei bedah rumah datang ke daerahnya. Mengambil foto, dan bertanya-tanya dengan warga. Namun, kabar baik tak pernah kunjung datang.

“Terakhir informasi yang saya terima, kendala di sini masalah kepemilikan lahan. Warga tidak punya sertifikat rumah dan tanah yang ditempati,” bebernya belum lama ini.

Masalah lain tentang akses mobilisasi pengangkutan material. Harus menggunakan kelotok. Ini memerlukan tambahan biaya.

“Alasannya tidak ada biaya angkut. Karena uang bantuan, murni untuk pembangunan rumah,” tambahnya.

Masalah mobilisasi bahan, warga setempat sudah membuat kesepakatan. Jika memang tidak ada biaya angkut material, mereka siap saling urunan.

“Kasihan ada warga yang rumahnya sudah sangat tidak layak. Atap bocor, dinding lapuk. Kami ikhlas saling bantu,” ucapnya.

Awang Landas berada di RT 09 Desa Sungai Buluh. Ketua RT setempat, Hamdi mengatakan profesi warganya mayoritas sebagai nelayan dengan ekonomi tergolong di bawah.

Wilayah ini menjadi titik terujung, karena berbatasan langsung dengan kabupaten tetangga. Seperti Hulu Sungai Utara, dan Hulu Sungai Selatan.

Tantangannya, akses cukup sulit. Hanya bisa dijangkau dengan perahu bermesin (kelotok).
Hamdi mengakui setiap tahun pihaknya sudah mengajukan untuk permohonan bedah rumah. Ada puluhan buah rumah, baik rumah panggung maupun rumah lanting.

Warga memang sangat memerlukan program bedah rumah. Jika tidak berharap bantuan, ke mana lagi harus mengadu. Mereka mengaku tak punya biaya untuk memperbaiki rumah sendiri.

“Penghasilan warga di sini tak menentu. Warga menggantungkan hidup dari pendapatan hasil jual ikan,” jelasnya.

Tentang Desa Awang Landas

- Dusun Awang Landas berada di kawasan rawa di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Labuan Amas Utara.

- Akses darat tidak ada, hanya menggunakan kelotok.

- Puluhan rumah dan lanting dalam kondisi reyot.

- Usulan bedah rumah selalu tertolak.

- Selain terkendala legalitas lahan, juga biaya angkut bahan bangunan tidak boleh dianggarkan.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#rumah #Bedah Rumah #hulu sungai tengah #kumuh #dusun #Desa