Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jemaah Haul Guru Zuhdi Menyemut

Wahyu Ramadhan • Jumat, 8 Maret 2024 | 09:05 WIB
SEMANGAT JEMAAH CILIK: Tidak hanya didominasi anak muda hingga orang dewasa, para bocah pun tak ingin melewatkan pelaksanaan Haul ke-4 KH Ahmad Zuhdiannoor
SEMANGAT JEMAAH CILIK: Tidak hanya didominasi anak muda hingga orang dewasa, para bocah pun tak ingin melewatkan pelaksanaan Haul ke-4 KH Ahmad Zuhdiannoor

BANJARMASIN – Tampak menyemut jemaah gelaran Haul ke-4 KH Ahmad Zuhdiannoor atau akrab disebut Guru Zuhdi, Kamis (7/3) malam. Tidak hanya di kawasan kubah makam dan area Masjid Jami, Sungai Jingah. Jemaah juga memadati ruas gang-gang kecil. Kolong Jembatan Sulawesi, hingga di atas kap mobil.

Relawan di pos Zona 1, Rudi Setiawan mengatakan sekitar pukul 14.00 Wita, jemaah yang datang sudah tak terbendung. "Pada pukul 17.00 Wita, akses di sini (Jembatan Sulawesi), ditutup total. Tak lagi bisa dilintasi, karena sudah diisi jemaah," ucap relawan Pancar Rescue itu.

Rudi bersama 70 relawan lainnya diketahui sudah berjaga pukul 12.00 Wita. Menyiagakan satu unit ambulans, dan satu unit mobil tanki.

Selain itu, ratusan relawan juga tampak membantu para jemaah, ada membagikan makanan ringan dan air mineral, juga transportasi gratis untuk jemaah haul.

Dari hasil pantauan Radar Banjarmasin pada pukul 20.43 Wita, akses di Jembatan Sulawesi dan sekitarnya masih belum bisa dilintasi. Pergerakan terbatas.

Salah seorang jemaah asal Banjarmasin Selatan, Said Ali mengatakan tampak berbeda haul tahun ini. Jumlah jemaah yang hadir diyakininya lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. "Suasananya mengingatkan saya dengan pelaksanaan Haul Guru Sekumpul," ujarnya, kagum.

Haul Ke-4 Guru Zuhdi, berpusat di makam Guru Zuhdi. Di jalan belakang Masjid Jami, RT 12 Kelurahan Antasan Kecil Timur, Banjarmasin Utara.

Pencopet Dipiting

Pencopet yang satu ini terbilang nekat. Beraksi di tengah desakan jemaah yang pulang dari pelaksanaan haul. Lokasi pencopetan tak jauh dari kawasan kubah makam.

Si pencopet berinisial S (42) asal Jalan Kelayan A, Banjarmasin Selatan. Diringkus ketika salah seorang anggota Polri mendapatinya sedang beraksi mengambil gawai seorang pemuda.

Bersama sejumlah relawan, si pencopet diamankan ke posko pengaman pelaksanaan haul persis di area Masjid Jami Sungai Jingah.

Korban pencopetan, Frima Dian Alfinur menuturkan gawainya hilang ketika sedang bersalaman dengan jemaah lainnya. "Baru sadar, ketika di belakang saya ternyata ada laki-laki yang sudah dipiting," ujar warga Sungai Andai, Banjarmasin Utara.

Yang memiting, seorang anggota Polri yang juga menghadiri pelaksanaan haul. Dari hasil informasi yang dihimpun, anggota Polri ini juga kecopetan. Hilang gawainya.

Si anggota Polri melihat si pencopet. Namun ketika dikejar, si pencopet berhasil lolos.
Ketika hendak melancarkan aksi ke sekian kalinya, si pencopet berhasil ditemukan anggota Polri yang mengejarnya.

Kapolsek Banjarmasin Utara, Kompol M Noor Chaidir membenarkan bahwa ada aksi dugaan pencopetan. "Benar, tadi kami juga mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pencopet," ungkapnya. "Di tangan tersangka memang ada ditemukan barang bukti tiga unit gawai. Ketika diperlihatkan, diakui bahwa gawai di tangan tersangka adalah gawai milik para korban," tambahnya.

Saat ini, tersangka diamankan ke Mapolsek Banjarmasin Utara untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Apakah pelaku beraksi sendiri atau berkomplot? Chaidir masih belum bisa memastikannya. "Sementara, kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak penyidik. Nanti dikembangkan, kalau memang ada jaringannya. Mudah-mudahan bisa diungkap jaringannya," jelasnya.

Chaidir juga menuturkan bahwa tersangka juga kedapatan mengambil HP salah seorang anggota Polri. "Tadi, salah satu korbannya juga ada anggota Brimob," tekannya.

Ia lantas mengimbau agar masyarakat bisa lebih berhati-hati dalam menjaga barang-barang berharga. “Karena kejahatan bisa terjadi di mana saja, dan kapan saja," pungkasnya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#jemaah #Haul #banjarmasin #Guru Zuhdi