Tanah longsor telah menimbun jalan di Desa Murung B, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Meski puncak musim hujan telah lewat, longsor ini menandakan potensi bencana masih mengancam Kalsel.
****
BARABAI – Peristiwa longsor di Desa Murung B itu terjadi pada Rabu (21/2) sekira pukul 18.00 Wita. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HST mencatat longsor terjadi di dua titik. Tepatnya di RT 1 RW 1.
Lokasi pertama, panjang jalan yang tertimbun tanah lebih dari 50 meter dengan lebar lebih 6 meter. Lokasi kedua, panjang jalan yang tertimbun longsor 30 meter dan lebar 6 meter.
"Penyebab longsor karena curah hujan tinggi," ujar Kepala Pelaksana BPBD HST, Ahmad Apandi, Kamis (22/2).
Warga setempat terisolir karena jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat. "Pukul 12.30 Wita, masih melakukan pembersihan. Dikerjakan menggunakan alat berat ekskavator oleh Dinas PUPR," terangnya.
Babinsa Koramil 1002-07/Batu Banawa/Hantakan, Sertu Sanu menambahkan longsor menutup akses dari Desa Timan ke Murung B dan sebaliknya. Tebal material longsor sekitar 30 cm. "Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," ujarnya.
Pihaknya memberikan imbauan kepada masyarakat setempat untuk tidak mendekat ke lokasi tebing yang longsor. Mengantisipasi terjadinya longsor susulan. "Lebih waspada apabila terjadi hujan lebat disertai angin kencang," pesannya.
Tim gabungan BPBD, TNI-Polri, PUPR masih bekerja di lapangan. Pembersihan masih terus dilakukan. “Supaya warga kembali dapat melintasi secara bertahap," harapnya.
Early Warning Banjir
BPBD Kalsel sudah mengumumkan peringatan dini atau early warning. Bahkan belum lama tadi, BPBD Kalsel mengeluarkan peringatan waspada potensi banjir untuk seluruh wilayah Kalsel. Early warning yang bersumber dari BMKG itu sendiri berlaku tanggal 21-27 Februari 2024.
Kepala BPBD Kalsel, Raden Suria Fadliansyah menyebutkan ada tiga peringatan dini yang dikeluarkan. Pertama, waspada potensi hujan sedang hingga lebat pada tanggal 21-23 Februari 2024 yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat pada siang/sore hari. “Kondisi ini terjadi hampir di seluruh wilayah Kalsel,” terangnya, Kamis (22/2) siang.
Kedua, waspada potensi hujan pada tanggal 24 Februari 2024 yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada siang/sore hari di enam wilayah kota/kabupaten. Seperti Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, Tapin Hulu Sungai Selatan, dan wilayah sekitarnya.
Ketiga, waspada potensi hujan sedang hingga lebat pada tanggal 25 Februari 2024 yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang bagi seluruh wilayah Kalsel. “Kondisi cuaca ini berdurasi singkat pada siang/sore hari terjadi hampir di seluruh wilayah Kalimantan Selatan,” ulasnya.
Dari segi intensitas curah hujan, diprediksi mulai 21-27 Februari tiga wilayah di Kalsel bagian utara yakni Tabalong, Balangan, dan HSU diprediksi akan mengalami hujan ringan, berpotensi hujan sedang, hingga lebat.
Kondisi serupa juga berlaku pada 7 wilayah di Kalsel bagian barat yakni HST, HSS, Tapin, Barito Kuala Banjar, Banjarmasin, dan Banjarbaru.
Kemudian di wilayah Kalsel bagian timur yakni Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu diprakirakan akan terjadi hujan ringan dan berpotensi hujan sedang hingga lebat pada tanggal 21-23 Februari.
Sedangkan pada tanggal 24-27 Februari, cuaca kedua wilayah ini diprediksi akan berawan, hujan ringan, hingga berpotensi hujan sedang.
Di Kalsel bagian selatan ada satu wilayah yang diminta untuk waspada yakni Kabupaten Tanah Laut. Pada tanggal 23 Februari, cuaca di wilayah ini diprediksi akan berawan hingga terjadi hujan ringan. Kemudian pada tanggal 24-27 Februari wilayah ini diperkirakan akan hujan ringan hingga berpotensi hujan sedang.
Selain terkait kondisi cuaca ekstrem, BPBD Kalsel juga mengeluarkan dua peringatan dini potensi pasang air laut maksimum. Pertama, waspada potensi pasang air laut maksimum di perairan muara Sungai Barito tanggal 21-23 Februari 2024 yang dapat mencapai 2,6 meter. “Diperkirakan akan terjadi rob di wilayah perairan muara Sungai Barito antara pukul 17.00 hingga 20.00 WITA,” ungkapnya.
Kedua, waspada potensi pasang air laut maksimum di perairan Kotabaru pada 22-27 Februari 2024 yang diperkirakan akan terjadi antara pukul 18.00-20.00 WITA. “Untuk ketinggian rob juga sama yakni mencapai 2,6 meter,” tuntasnya.
Kronologi Longsor di HST
- Tanah longsor dengan ketebalan sekitar 30 cm telah menimbun jalan di Desa Murung B, Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah (HST) pada Rabu (21/2) sekira pukul 18.00 Wita. Longsor menutup akses dari Desa Timan ke Murung B dan sebaliknya.
- Lokasi pertama, panjang jalan yang tertimbun tanah lebih dari 50 meter dengan lebar lebih 6 meter.
- Lokasi kedua, panjang jalan yang tertimbun longsor 30 meter dan lebar 6 meter.
- Warga setempat terisolir karena jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat. Pukul 12.30 Wita, ekskavator Dinas PUPR masih melakukan pembersihan.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief