BARABAI - Jembatan penghubung RT 02 dan 03 di Desa Alat, Kecamatan Hantakan hanyut diterjang derasnya arus sungai, Minggu (1/1) malam.
Hujan deras di wilayah pegunungan Meratus, membuat debit air meningkat dan menerjang jembatan.
Warga setempat, Asat mengatakan sudah belasan kali jembatan ini hancur. Padahal warga sudah membuat beronjong yang tingginya 4 meter lebih.
"Kami sudah dua kali memperbaiki jembatan dalam seminggu. Baru terakhir tanggal 31 Desember selesai diperbaiki. Tapi sudah hancur lagi," katanya, Selasa (2/1).
Setelah selesai diperbaiki pada 31 Desember. Warga hendak melaksanakan syukuran kecil-kecil. Namun 5 jam setelah perbaikan air bah tiba-tiba menerjang. "Sementara warga pakai jembatan setapak dulu," tambahnya.
Sebenarnya jembatan ini bukan satu-satunya akses warga. Sekira 150 meter dari jembatan rusak sudah dibangun jembatan gantung.
Namun karena dianggap bisa menjadi jalan pintas untuk ke masjid dan mengangkut hasil kebun. Warga RT 02 dan 03 tetap menggunakan jembatan tersebut.
Editor: M Ramli Arisno