Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Laporan dari Ngobras Bareng Ibnu: Jembatan Pasar Lama Segera Diaspal

Wahyu Ramadhan • Jumat, 29 Desember 2023 | 11:42 WIB
NGOBRAS: Acara ngobrol santai ini digelar di Kampung Ketupat, Sungai Baru, pada Rabu (27/12) malam.
NGOBRAS: Acara ngobrol santai ini digelar di Kampung Ketupat, Sungai Baru, pada Rabu (27/12) malam.

BANJARMASIN - Dalam waktu dekat Jembatan 9 November alias Jembatan Pasar Lama bakal diaspal ulang.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menjanjikan beberapa hari ke depan pengaspalan akan dikerjakan.

"Kapan ibu kadis (kepala dinas)? Sehari dua hari ini ya. Nah itu," kata Ibnu.

Janji itu diutarakan Ibnu dalam Ngobras (Ngobrol Santai) bareng masyarakat dan komunitas di kawasan wisata Kampung Ketupat, Sungai Baru, Banjarmasin Tengah pada Rabu (27/12) malam.

Diakui Ibnu, proyek Jembatan Pasar Lama menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Gara-gara pembenahan dan pemasangan aksesori jembatan yang menyedot Rp11,8 miliar.

"Kami tidak mengada-ada soal mempercantik jembatan itu. Andai ada yang bisa mengerjakannya hanya dengan Rp1 miliar, kami persilakan," tantangnya.

Kembali pada soal pengaspalan jembatan, Ibnu mengatakan, aspalnya cukup tipis-tipis. Alasannya karena itu jembatan tua.

"Secara usia tidak boleh ditambah dengan ketebalan tertentu, maka akan diaspal tipis saja," jelasnya.

"Bagaimana agar kondisi lantai jembatan itu mulus tanpa membebani jembatan, sehingga tidak mengganggu strukturnya," sambungnya.

Lebih jauh, Ibnu ingin menjawab pertanyaan warga. Perihal mengapa tidak dilebarkan saja untuk mengurai kemacetan. Ketimbang memasang aksesori mahal.

Menjawab itu, Ibnu bilang, melebarkan jembatan membutuhkan biaya yang tidak murah.

Ibnu mencontohkan proyek Jembatan Sulawesi II, tak jauh dari Pasar Lama. Pemko menggelontorkan Rp25 miliar lebih.

Pembangunan jembatan mencapai Rp16,8 miliar. Ditambah Rp10,5 miliar untuk pembebasan lahannya.

Perkara mengurai kemacetan, Ibnu yakin bisa teratasi dengan pembangunan Jembatan Sungai Jingah. Proyek itu akan dimulai tahun 2024.

"Anggarannya Rp100 miliar. Memang segitu. Kalau ada yang mau membangun dengan Rp20 miliar, kami persilakan," tekannya.

"Saya rasa, membangun dan menata kota setua Banjarmasin memang membutuhkan biaya besar," tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Suri Sudarmadiah mengamini pernyataan atasannya.

Mengingat kondisi struktur jembatan yang mulai keropos, maka pengaspalan tidak boleh tebal-tebal.

Sebab itu akan menambah beban yang harus ditahan Jembatan Pasar Lama. "Jadi pemeliharaan saja. Supaya lubangnya tertutupi dan lantai jembatan kembali mulus," terangnya.

"Kami kerjakan tahun ini. Karena proyek pengaspalan masih satu kesatuan dengan pemasangan aksesori jembatan," tutup Suri.

Masalah Lama, Solusi Sama

MASIH dari acara Ngobras, ngobrol santai bareng masyarakat, warga mengeluhkan tumpukan sampah di TPS Cemara.

Diceritakannya, sampah di tempat pembuangan sementara itu kerap meluber ke badan jalan. Armada pengangkut sampah juga kerap datang kesiangan.

Hingga digelar voting secara daring, tentang apa masalah yang harus dijadikan prioritas Pemko Banjarmasin.

Hasilnya, masalah sampah berada di urutan teratas. Pemko dituntut lebih serius dalam menangani masalah sampah kota.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina berjanji persoalan sampah akan menjadi fokusnya ke depan.

"Kita sudah melihat dari live voting, apa yang diinginkan masyarakat, paling banyak adalah penanganan sampah," ujarnya.

"Dari situ kita ingin serius dalam penanganan sampah," sambungnya.

Ibnu pun menawarkan sejumlah solusi untuk menangani persoalan tersebut.

Mencegah sampah menggunung di TPS, ia menyarankan agar warga memanfaatkan program Surung Sintak milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin.

Program ini, secara perlahan akan menghapus keberadaan TPS-TPS di Banjarmasin. "Meskipun sebenarnya target menghilangkan TPS, khususnya di pinggir-pinggir jalan, memang hal yang tidak mudah," katanya.

Ibnu memberikan contoh terbaik dan tersulit, yakni sulitnya menghilangkan eks TPS Pasar Kuripan di pertigaan Jalan Veteran.

Eks TPS itu sudah lama menghilang sejak pelebaran jalan. Tapi tetap saja banyak yang membuang sampah ke situ.

"Saya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa. Tapi sudah jelas, pemerintah harus lebih keras. Yakni penegakan hukum," ujarnya.

"Enam bulan yang lalu, saya sudah meminta agar Satpol PP memberikan efek jera kepada pembuang sampah," tekannya.

Selanjutnya, solusi yang ditawarkan Ibnu adalah pembangunan TPS 3R (reuse, reduce, recycle). Pada kenyataannya, tidak mudah walaupun anggarannya tersedia.

"Kita punya lahan, tapi masyarakat sekitar menolak pembangunan. Mencari lahan di tempat lain, ternyata warga tidak mau menjualnya," keluhnya.

Maka, sekali lagi, tidak ada solusi selain menegakkan perda.

Beranjak ke masalah lain, pemko ingin memaksimalkan fungsi Pusat Daur Ulang (PDU) Sungai Gampa dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih.

Untuk TPA, diterapkan metode semi sanitary landfill. Sampah dibuang ke cekungan, dipadatkan, ditimbun dengan tanah atau ditutup terpal.

Di bawah pipa dipasangi jaringan pipa khusus. "Supaya gas metana yang muncul bisa diambil, disalurkan dan dimanfaatkan masyarakat sekitar," tutupnya.

Gas metana itu bisa menjadi bahan bakar kompor, pengganti gas elpiji. 

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#banjarmasin #Jembatan Pasar Lama #Sampah