Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Walau di Kalsel Antar Umat Beragama Hidup Rukun, Tantangan Konflik Masih Ada

M Oscar Fraby • Senin, 25 Desember 2023 | 11:12 WIB
AMANKAN: Kapolda Kalsel Irjen Pol Winarto bersama Forkopimda Kalsel mengecek keamanan gereja tadi malam.
AMANKAN: Kapolda Kalsel Irjen Pol Winarto bersama Forkopimda Kalsel mengecek keamanan gereja tadi malam.

BANJARMASIN – Di perayaan Natal tahun ini, tema diambil Kemuliaan bagi Allah, dan Damai Sejahtera di Muka Bumi bagi Semua Orang yang Berkenan Kepadanya. Tema ini telah ditentukan oleh persekutuan gereja se-Indonesia.

"Kami berharap semuanya damai sejahtera. Hidup berdampingan dengan semua orang. Damai sejahtera di surga dan bumi," harap Kepala Paroki Keluarga Kudus Katedral Banjarmasin, Pastor Ignasius Tari.

Terlebih bagi Kota Banjarmasin, sebut Ignasius, selalu menjadi Kota Baiman. "Di Kota Banjarmasin kerukunan antara umat beragama berjalan bagus. Ini sebuah kebiasan warisan di Banjarmasin yang harus dicontoh semua umat di Nusantara," puji Ignasius.

Ketua Majelis Resort GKE Hulu Sungai Tengah, Pendeta Rusman Nusa Bakti menceritakan kehidupan beragama di wilayahnya juga sangat toleran. Itu membuat hubungan antar warga sangat harmonis. "Kami berada di lingkungan yang menghargai perbedaan," ungkapnya.

Pendeta Rusman sebelumnya bertugas di wilayah Kalimantan Tengah. Kemudian baru kembali ke kampung halamannya tiga tahun lalu. "Kalau dihitung ini perayaan Natal saya yang ketiga di kampung halaman (HST, red)," jelasnya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) HST, Syahruji juga mengakui toleransi umat beragama di HST sangat baik. Ini seperti sudah terpelihara dan menjadi kebiasaan untuk saling menghargai. "Contoh di Kecamatan Batu Benawa. Kalau hari Natal, umat muslim berkunjung ke tetangganya yang Kristen untuk saling silaturahmi," sebutnya.

FKUB HST memiliki beberapa desa binaan. Di desa ini dihuni oleh masyarakat yang agamanya berbeda. Misalnya di Desa Haruyan Dayak dari Kecamatan Hantakan, dan Desa Hinas Kiri dari Kecamatan Batang Alai Timur (BAT). Di Desa Hinas Kiri, masyarakat beragama Islam, Hindu, Kristen Katolik, Kristen Protestan hidup berdampingan. "Bahkan mereka saling membantu ketika merayakan hari besar keagamaan masing-masing. Kerukunan dan toleransi di sini sudah terjaga sejak nenek moyang mereka dulu" tambahnya.

Syahruji menjelaskan, sebulan sebelumnya FKUB HST menggelar dialog lintas umat beragama untuk menjalin silaturahmi. "Selain itu tujuannya untuk menekankan pentingnya kerukunan," jelasnya.

Pendeta GKE Pualam Sari Kecamatan Binuang, Ranu Wijayanto menilai
kerukunan antar umat beragama di Tapin, khususnya Binuang, sangat terasa. Terutama dalam proses peribadatan. “Di berbagai kegiatan Natal dukungan warga setempat guna kelancaran ibadah sangat baik. Seperti penyediaan lahan parkir di pekarangan rumah, dan lahan-lahan kosong milik warga non-Kristen,” jelasnya.

Ia berharap Natal tahun ini, semoga damai dan selalu membawa kasih dalam memelihara kerukunan antar gereja, antar umat beragama di Tapin dan sekitarnya. “Semakin diberkati menuju Indonesia yang semakin maju dalam merangkul berbagai perbedaan,” tuturnya.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tapin, Ruslan Abdul Gani mengakui umat beragama di Tapin saling toleransi dan saling menghargai. “Selama ini di Tapin hari besar keagamaan tidak ada saling ganggu, dan saling menghormati,” jelasnya.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Tabalong, H Abdul Khairi juga bersyukur saat Natal tidak pernah ada masalah. Umat Islam yang paling banyak di Tabalong juga bisa menjaga kebersamaan dengan umat lainnya. "Aman-aman saja," ujar.

Ia berharap kondisi aman sentosa itu bisa terus terjaga. Saling menjaga persatuan dan kesatuan di tengah kehidupan heterogen.

Ketua FKUB Kabupaten Tabalong, H Surkati juga mengatakan hal senada. "Natal itu rutinitas di Kabupaten Tabalong. Insya Allah berjalan dengan aman dan lancar," katanya.

Para tokoh agama yang tergabung dalam FKUB Tabalong juga telah merapatkannya. Supaya semua bisa saling menjaga satu dengan lainnya sebagai bentuk moderasi beragama. Ia juga memberitahukan, saling membantu antar umat beragama hal yang harus dilakukan. Kecuali terkait dengan ibadah. "Kalau hanya sekadar menjaga parkir di gereja, silakan saja. Tidak masalah," tegasnya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tanah Bumbu, Abdul Rasyid terus menjalin komunikasi antar pemuka agama. Ia mengakui tantangan kerukunan umat beragama di Tanah Bumbu masih ada. Ia memberi contoh di Satui, beberapa waktu lalu. Masyarakat keberatan karena salah satu rumah warga dijadikan tempat ibadah. “Jadi kami komunikasikan antar tokoh, dan memfasilitasi tempat ibadah mereka. Alhamdulillah selesai (polemik, red),” ujar Abdul Rasyid.

Rasyid menjelaskan paham radikalisme dan ajaran agama menyimpang ada di setiap agama. FKUB harus terus melakukan pemantauan dan deteksi dini terhadap potensi penyebaran paham tersebut. “Ini juga tantangan lain (radikalisme, red). Jadi jika ada temuan, kami secepat mungkin menangani agar oknum itu tidak memiliki massa,” tegasnya.

Rasyid mengatakan bahwa FKUB bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah untuk mengatasi tantangan ini. Ia berharap masyarakat dapat turut berperan aktif dalam menjaga kerukunan umat beragama.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalsel, M Ilham Masykuri Hamdi menyebut kondusifitas daerah sedikit menghangat pada tahun politik sekarang. “Namun, kerukunan dan kondusifitas antar umat beragama di Kalsel sangat baik dan terjaga,” sebut M Ilham Masykuri Hamdi.

Ia berharap ketentraman daerah akan terus terjaga hingga tuntasnya pemilu. “Kami terus memberikan pemahaman kepada semua umat, khususnya pemuka agama agar ikut menjaga kondusifitas di daerah masing-masing,” cetusnya.

Ilham menekankan politik dalam pemilu semestinya tak ada kaitannya dengan agama. Umat diminta bisa memahami dan tak melibatkan agama. “Peran semua pihak begitu penting menjaga kondusifitas ini. Mari sama-sama,” ajaknya.

Ketua Gereja Hati Yesus Yang Mahakudus, Pastor Yohanes Susilohadi pada Natal ini akan mendoakan masyarakat aman dan damai. “Apalagi ini mendekati pemilu. Kami berdoa nanti pemilu tetap damai, diberian kelancaran, tetap jaga selalu persaudaraan, walaupun berbeda plihan," harap Yohanes.

Sisi lain, Koordinator Bidang Riset dan Mediasi FKUB Kalsel, Wahyudin mengingatkan, media sosial rentan terjadi konflik isu agama. Karena itu, ia mengajak umat agar bisa menyaring informasi. “Peran media penting meluruskan informasi yang tak benar. Apalagi berkaitan dengan isu agama,” tuntasnya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#umat beragama #nasrani #natal #toleransi