Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

19 Bule Australia Ramaikan Pasar Budaya Racah Mampulang di Balangan, Ngapain Mereka

M Dirga • Senin, 27 November 2023 | 10:37 WIB
ANTUSIAS: Ada 19 bule Australia terlihat antusias di Pasar Budaya Racah Mampulang di Balangan di Desa Balida, Balangan, Sabtu (25/11) tadi.
ANTUSIAS: Ada 19 bule Australia terlihat antusias di Pasar Budaya Racah Mampulang di Balangan di Desa Balida, Balangan, Sabtu (25/11) tadi.

PARINGIN - Menjelang akhir bulan, suasana di Desa Balida tampak lebih meriah dibanding hari-hari biasa. Di desa yang dinobatkan sebagai desa budaya tersebut, selalu digelar Pasar Budaya Racah Mampulang pada pekan ketiga atau keempat akhir bulan.

Sabtu (25/11) tadi, jauh lebih semarak. Hari itu, 16 mahasiswa dan 3 dosen dari Universitas Newcastle Australia bertandang ke sana. Berbagai kesenian menyambut kehadiran mereka. Mulai dari Wayang Gong, Kuda Lumping, atraksi Bakuntau, hingga berbagai gelaran lainnya.

Kepala Desa Balida, Sahridin mengatakan desanya sangat kaya akan kesenian dan tradisi. Guna mewadahi kegiatan kesenian di desa tersebut, maka dibentuklah sebuah sanggar yang diberi nama Sanggar Balida Satria.

Para anggota sanggar itulah yang tampil di hadapan para mahasiswa asal Australia.

Penampilannya menarik perhatian tamu. Ada yang merekam lewat telepon genggam agar tidak kehilangan momen. Ada pula yang menyimak tanpa berkedip. Dari raut mukanya, mereka tampak kagum dan merasa puas bisa berkunjung ke sana. "Kami akan terus meregenerasi kesenian agar tetap bisa dipertahankan. Selain itu, kami juga akan terus berusaha mengembangkan objek wisata ini agar membawa dampak positif kepada masyarakat sekitar," ungkap Saridin.

Ia bangga dengan kehadiran mahasiswa dari Australia itu. "Harapannya, kehadiran mereka bisa jadi pemantik agar lebih banyak lagi turis asing yang datang ke sini. Supaya Pasar Budaya ini bisa benar-benar Go Internasional," tegasnya.

Kehadiran 'bule-bule' itu ternyata digerakkan PT Adaro Indonesia. Perusahaan tambang batu bara itu mencoba mengenalkan budaya lokal dengan harapan bisa mendunia. "Sudah dua kali kami membawa mereka. Ini merupakan kerja sama Universitas Lambung Mangkurat dengan Universitas Newcastle Australia. Bentuk kampanye agar budaya lokal kita bisa dikenal lebih luas di masyarakat internasional," kata CSR Project Section Head PT Adaro Indonesia, Firmansyah.

Wisata Pasar Budaya Racah Mampulang merupakan binaan dari PT Adaro Indonesia. Saat ini, wisata tersebut sudah resmi diakuisisi sebagai event resmi Kabupaten Balangan. "Bersama dengan pemerintah daerah dan pemerintah desa, kami berkomitmen untuk mengembangkan wisata ini supaya tambah maju dan mandiri," tambahnya.

Dengan semakin berkembangnya berbagai jenis wisata tersebut diharapkan bisa memberi pemasukan untuk desa. Bahkan, juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Editor : Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Budaya #Pagelaran Budaya #bule #Balangan