Penggalangan dana itu dilakukan sehari sebelumnya. Melalui tablig akbar, doa, dan donasi yang berlangsung di Masjid Hasanuddin Madjedie.
Rinciannya, donasi melalui transfer bank sebesar Rp183 juta. Pada saat tablig akbar terkumpul penggalangan dana sekitar Rp200 juta. Sedangkan yang diserahkan langsung kepada panitia sebesar Rp45 juta.
Donasi ini ternyata tidak hanya dalam bentuk uang tunai maupun transfer bank. Tapi, ada juga dalam bentuk celengan serta perhiasan. “Celengan anak-anak ini diserahkan saat hari H. Begitu juga dengan perhiasan,” kata Sekretaris Eksekutif Yayasan Hasanuddin Madjedie, Ahmad Danu Dijaya saat menghitung hasil donasi di ruang sekretariat masjid kemarin.
Namun, Danu tidak mengetahui identitas penyumbang yang menyerahkan celengan maupun perhiasan. Saat itu, ia sibuk di acara. Hanya mendapat laporan dari anggota lainnya. “Tidak sempat tanya siapa penyumbang celengan maupun perhiasan,” ucapnya.
Menurutnya, jumlah penggalangan dana yang dihitung ini baru sementara. Belum ditambah dengan perhiasan. Pihaknya akan menanyakan ke penjual perhiasan guna mengetahui jenis, serta taksiran nilainya. “Setelah itu, baru bisa kami ketahui jumlah total donasi yang berhasil dikumpulkan,” ungkapnya.
Jumlah uang donasi umat ini akan diumumkan ke publik. Setelah itu diserahkan ke Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang menjadi wadah penyaluran. “Semoga donasi umat muslim Banua bisa bermanfaat bagi masyarakat Palestina,” ucapnya.
Danu menyebut bantuan dana untuk Palestina bukan kali ini saja dilakukan. Jemaah Masjid Hasanuddin Madjedie sudah dua kali mengirimkan donasi Palestina. Pertama pada 16 Oktober 2023. Nilainya sebesar Rp72 untuk Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina. Kemudian 26 Oktober 2023, sebesar Rp53.550.015 untuk amanah kemanusiaan di Gaza, Palestina.
“Kalau ada warga yang ingin menggelar penggalangan dana untuk Palestina, kami siap memfasilitasi,” cetus Danu.
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, panitia tablig akbar kelelahan usai acara. Akhirnya disepakati penghitungan donasi ke hari berikutnya. Saat penggalangan dana, ada seratus ember mereka edarkan ke para jemaah. Hasilnya, tidak ada ember yang kosong.
Jumlah umat muslim yang datang pada tablig akbar ini sesuai prediksi panitia. Ruang utama masjid penuh terisi. Bahkan ada yang ditempatkan di aula dan sekolah di samping bangunan masjid.
Jemaah yang hadir sekitar 2.000 orang. Ruang utama sebanyak 1.500 orang, aula 500 orang, dan ditempatkan di sekolah 200 orang.
Ada lima narasumber yang dihadirkan dalam tablig akbar. Ustaz Zainal Hakim dan Ustaz Zulfakar Ali penceramah tetap di Masjid Hasanuddin Madjedie, Ustaz Taufik NT pengasuh Majelis Taklim Baitul Hikmah Banjarbaru, Ustaz Wahyudi pengasuh Ponpes Darul Maarif, dan Arim Nasim Pembina Himpunan Intelektual Muslim Indonesia (Hilmi).
Editor : Eddy Hardiyanto
Editor : Arief