Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sjachrani Mataja Berpulang: Jasanya Banyak di Kotabaru, Mekarkan Tanah Bumbu

Jumain Radar Banjarmasin • Selasa, 14 November 2023 | 09:51 WIB

AKRAB: Bersama anaknya Iqbal Yudiannor, Sjachrani Mataja menghadiri Harjad Kotabaru di tahun 2022.
AKRAB: Bersama anaknya Iqbal Yudiannor, Sjachrani Mataja menghadiri Harjad Kotabaru di tahun 2022.
KOTABARU – Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Bumi Sa-Ijaan kembali berduka. Mantan Bupati Kotabaru ke-12, H Sjachrani Mataja wafat di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru, Senin (13/11) pada pukul 01.10 Wita.

Sjachrani dirawat sejak sehari sebelumnya. Dari informasi keluarganya, Sjachrani belakangan sudah beberapa kali dirawat di rumah sakit. Almarhum dimakamkan di Guntung Manggis Banjarbaru, tepatnya di Alkah Keluarga.

Selama menjadi bupati, Sjachrani dikenal sangat baik bagi masyarakat. Terbukti almarhum menjabat selama dua kali. Mulai dari tahun 2000-2005, dan lanjut 2005-2010. Sjachrani juga pernah terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019.

Sjachrani dikenal baik oleh tokoh, kawan, dan anak buahnya selama menjadi pejabat sebagai bupati. Salah satunya, Adi Sutomo pernah menjadi anak buah selama 9 tahun dari 2001.

Menurutnya, Sjachrani sangat peduli pada peningkatan SDM untuk masa depan para pegawai. Ia menyekolahkan sampai S1, S2 dan S3.

Selain itu, ia juga membangun PGSD angkatan pertama, dan lulusannya langsung dijadikan sebagai tenaga honorer di 19 kecamatan. Sekarang PGSD ditingkatkan menjadi Kampus STIKIP Paris Barantai.

“Tidak hanya STKIP Paris Barantai, beliau juga mempelopori Kampus Poltek Kotabaru, dan menyiapkan dai untuk peningkatan mutu pendidikan di bidang agama di Kampus STAI Darul Ulum Kotabaru,” kenangnya.

Kalau pembangunan, tambahnya, peninggalannya adalah Islamic Center yang sering dipakai acara nikahan saat ini. Selain itu membangun Gedung KNPI Kotabaru, juga melanjutkan RSUD Kotabaru, perencanaan pusat pemerintahan pindah di Sebelimbingan, penyeberangan Tarjun Stagen dengan kerja sama pihak ketiga, Pelabuhan Pelindo. Bahkan jembatan penyeberangan Pulau Laut ke Pulau Kalimantan juga ide darinya.

“Yang paling saya ingat sekali, kepribadian beliau ini bisa dijadikan orang tua, bisa juga dijadikan teman. Beliau selalu menghormati yang tua maupun muda. Seberat-beratnya masalah beliau, pasti tidak menunjukkan muka cemberut maupun marah. Selalu senyum,” ucap Adi Sutomo.

Sjachrani juga orang yang paling berperan dalam pemekaran Tanah Bumbu. Bahkan mengurus ke pusat bersama tim pemekaran. “Sekarang beliau sudah wafat. Jasa beliau sangat banyak di Kotabaru. Mari kita sama-sama mendoakan. Mudahan amal jariyah almarhum menjadi amal sekeluargaan di akhirat. Aamiin,” doanya.

Ketua DPRD Kotabaru, Syairi Mukhlis juga merasa kehilangan sosok yang dinilainya sangat luar biasa di Bumi-Saijaan. “Saya ingat betul dulu waktu almarhum menjabat sebagai bupati, saya adalah kepala desa. Kalau almarhum ke tempat kami di Kelumpang Barat, ia selalu mengumpulkan kepala desa. Meminta kami mengeluhkan apa saja yang dirasa kurang,” ucapnya.

Peristiwa itu dijadikan Syairi Mukhlis sebagai acuannya untuk mendengarkan keluhan masyarakat. “Atas nama Ketua DPRD Kotabaru, saya turut berbela sungkawa. Terima kasih atas semua pengabdiannya,” ucapnya.

Sjachrani lahir di Balikpapan pada 11 November 1948. Tahun 1963, lulus SR Negeri 5 Kotabaru. Ia lulus SMEP Negeri Kotabaru 1966. Selanjutnya lulus SMEA Negeri Kotabaru 1969. Lulus kuliah S1 di STIA Bina Banua Banjarmasin pada 1992. Berikutnya lulus S2 di STIE IPWI Jakarta 1998.

Ia juga mempunyai banyak pengalaman organisasi. Di antaranya pernah menjadi Ketua Himpunan Siswa Ekonomi Seluruh Indonesia (HIMSEKSI) Kotabaru, Ketua Presidium Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) Kotabaru, Anggota DPC Pemuda Ansor Kotabaru, Wakil Ketua KNPI Kotabaru, Sekretaris Dewan Kesenian Kotabaru, Sekretaris Persatuan Sepak Bola Indonesia Kotabaru (Persiko), Pengurus Majelis Taklim Al-Kautsar Kecamatan Satui, Anggota Himpunan Sarjana Manajemen dan Master Administration Seluruh Indonesia Jakarta, hingga Wakil Ketua PWNU Kalsel.

Sjachrani merintis karier pekerjaanya dari Staf Seksi Keuangan Kantor PN Perhutani Kotabaru, berikutnya Kaur Keuangan PT Inhutani II (BUMN)/AMKU (BUMN) Pulau Laut di Sei Pinang (Mekarpura), Kepala Tata Usaha Kantor Administratur PT Inhutani II (BUMN) Pulau Laut di Sei Pinang, Kepala Tata Usaha Kantor Administratur PT Inhutani II (BUMN) Pulau Laut di Stagen, Kepala Seksi Umum Kantor Unit Usaha PT Inhutani II (BUMN) Kalimantan Selatan di Stagen, Kepala Perwakilan PT Inhutani II (BUMN) Banjarbaru, Kepala Unit Usaha/GM PT Hutan Kintap, hingga sebagai Bupati Kotabaru dan anggota DPR RI.

Banyak penghargaan pernah diraihnya. Menerima Medali Perjuangan Angkatan 45 dalam rangka peran serta pengabdian dalam upaya melestarikan jiwa, semangat, dan nilai-nilai 45 dari Dewan Harian Nasional Angkatan 45. Piagam penghargaan dalam rangka prestasi pada lomba Supra Insus Nasional tahun 2000.

Penghargaan peran aktif melakukan pembinaan kelompok Intensifikasi Tambak Tingkat Nasional tahun 2001. Penghargaan Pembina Pendidikan Luar Sekolah pada peringatan Hari Aksara Internasional tahun 2003. Penghargaan Satya Lencana Wira Karya, Manggala Karya dan Wira Karya Lencana dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) X dari Presiden Republik Indonesia tahun 2003. Penghargaan Manggala Bhakti Husada Arutala pada peringatan Hari Kesehatan Nasional di Yogyakarta tahun 2004.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Kotabaru #Tokoh #meninggal dunia