Berdasarkan hasil sensus penduduk September 2022, jumlah penduduk di Kota Idaman sudah 265,5 ribu orang. Dengan rincian 133,5 ribu laki-laki dan 132 ribu perempuan.
Jumlah itu bertambah 6,7 ribu, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 258,8 ribu.
Kepala BPS Kota Banjarbaru, Arih Dwi Prasetyo mengatakan, pertambahan penduduk ini diprediksi akan terus terjadi.
Pada tahun ini, pihaknya memperkirakan penduduk Banjarbaru menjadi 268,11 ribu lebih. Kemudian 2024 sebanyak 273,47 ribu orang, dan 2025 tembus 278,80 ribu. "Perkiraan pertambahan jumlah penduduk ini kalkulasi dari hasil sensus penduduk 2020," ungkapnya kemarin (11/9).
Menurutnya, angka tersebut bisa saja meleset dari perkiraan yang tertera dalam data yang sudah ia jelaskan. Mengingat masifnya pembangunan di Kota Banjarbaru. "Semakin banyak pembangunan, tambah banyak pula penduduk akan tinggal," ujarnya.
Akademisi Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Akbar Rahman tak menampik, ke depan penduduk Kota Banjarbaru bakal menjadi lebih padat.
"Faktor perubahan status Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan pasti memiliki pengaruh kuat atas pertumbuhan penduduk di Banjarbaru saat ini," ucapnya.
Ini terbukti sejak 2020, jumlah penduduk Kota Banjarbaru terus meningkat. Dari 253,4 ribu menjadi 265,5 ribu pada 2022 atau meningkat sekitar 12.130 penduduk, pada sensus penduduk September 2022. "Sehingga bukan tidak mungkin arus urbanisasi ini akan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya," ungkap Akbar.
Menurut Akbar, Pemko Banjarbaru harus menyiapkan infrastruktur dan menata pembangunan kota untuk mengantisipasi tajamnya peningkatan jumlah penduduk ini.
"Selain itu, pengembangan kawasan permukiman juga harus sesuai dengan potensi wilayah dan tata ruang yang telah ditetapkan," tekannya.
Pasalnya saat ini masih terjadi penumpukan penduduk, karena wilayah dengan jumlah penduduk tertinggi adalah Kecamatan Landasan Ulin dengan 81.088 orang.
Sedangkan di Kecamatan Cempaka jumlah penduduknya hanya 37.163 orang.
Kemudian, wilayah yang paling padat adalah Kecamatan Banjarbaru Selatan dengan jumlah 3.050 penduduk per KM persegi, sedangkan yang paling jarang penduduknya adalah Kecamatan Cempaka sebanyak 324 penduduk per KM persegi.
Sehingga, menurut Akbar ini perlu adanya strategi penataan setiap wilayah yang harus disesuaikan dengan fungsi dan perannya.
Pertumbuhan Penduduk Banjarbaru
(2020) 253,4 ribu jiwa
(2021) 258,8 ribu jiwa
(2022) 265,5 ribu jiwa
(zkr/yn/ris) Editor : Arief