Usai menjalani perbaikan, jembatan peninggalan Belanda tersebut, kini sudah dapat dilalui.
Sebenarnya, jembatan tua ini saat ini, bukan sebagai jembatan utama, sebab jembatan yang baru telah dibangun tak jauh dari lokasi jembatan lama.
Meski begitu, dari pengamatan wartawan koran ini, Selasa (18/7), pengendara roda dua dan roda empat, baik dari arah Kabupaten HSU ke Balangan maupun sebaliknya, memilih melintasi di jembatan ini dengan alasan sebagai akses tercepat menuju Kota Balangan.
Awi, warga HSU yang kebetulan melintas di jembatan tersebut mengaku, meski ada jembatan baru, dirinya lebih memilih jembatan lama, karena lebih efisiensi waktu.
"Lebih cepat beberapa menit dibandingkan lewat jembatan lama. Usai perbaikan saya lebih memilih lewat jembatan ini," ujarnya.
Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PU Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Balangan, Rina, untuk jembatan Lampihong merupakan jalan menghubungkan dua kabupaten atau berada di bawah naungan Dinas PU Provinsi.
"Saat ini jembatan sudah dapat dilalui oleh pengendara. Saya hanya mengimbau untuk angkutan bertonase berat untuk menggunakan jembatan yang baru," pesannya.
Jembatan ini memang sudah tua dan bahkan menjadi jembatan rangka baja yang merupakan peninggalan Belanda.
"Secara usia sudah sangat tua. Jadi jembatan yang baru dibangun sebagai jembatan pengimbang," lengkapnya. (mar) Editor : Arief