Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Refleksi Kinerja Dua Tahun Kepemimpinan Ibnu-Arifin, Normalisasi Sungai Belum Tuntas

Muhammad Helmi • Sabtu, 24 Juni 2023 | 02:25 WIB
TERGENANG: Limpasan air sungai atau banjir rob masih menjadi PR besar Pemko Banjarmasin hingga kini. Program normalisasi sungai yang dijalankan dipandang masih belum dijalankan dengan serius. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
TERGENANG: Limpasan air sungai atau banjir rob masih menjadi PR besar Pemko Banjarmasin hingga kini. Program normalisasi sungai yang dijalankan dipandang masih belum dijalankan dengan serius. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
Klaim Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor tentang realisasi kinerja sebesar 60 persen selama dua tahun kepemimpinan bersama Wali Kota Ibnu Sina, memantik evaluasi besar. Khususnya yang berkaitan dengan program penataan sungai untuk penanganan banjir.

Dua tahun sudah kepemimpinan Ibnu Sina dan Arifin Noor sebagai Wali Kota Banjarmasin dan Wakil Wali Kota Banjarmasin. Di Kampung Ketupat, Kecamatan Banjarmasin Tengah, refleksi dua tahun kepemimpinan keduanya itu digelar kemarin (23/6) pagi.

Wakil Wali Kota banjarmasin, Arifin Noor mengklaim bahwa pihaknya sudah menyelesaikan 60 persen program prioritas di Kota Banjarmasin. Apa saja itu? Arifin menjabarkan sejumlah hal. Misalnya, pembenahan kawasan kumuh di Banjarmasin. Penataan sejumlah sungai melalui program normalisasi sungai untuk penanganan banjir rob. Lalu, pemetaan jalan-jalan rusak, hingga perbaikan infrastruktur pendidikan.

Namun, bukan berarti tak ada catatan. Arifin mengaku sadar bahwa masih ada persoalan yang belum tertangani dengan baik. Misalnya, pengelolaan sampah di Kota Banjarmasin. Ia menekankan bahwa pihaknya akan terus berusaha mengatasinya. "Kami juga akan mengevaluasi program yang sudah dijalankan. Lalu, menyelesaikan program yang saat ini masih dijalankan," tekannya, kemarin (23/6).

Ia juga meminta masyarakat untuk berpartisipasi, memberikan dukungan serta doa, agar di waktu yang tersisa pihaknya bisa menyelesaikan program yang dicanangkan. "Supaya semua program prioritas bisa terlaksana dan berjalan dengan baik sesuai harapan," sebutnya.

Terpisah, realisasi program yang dijalankan pemko selama dua tahun terakhir, mendapat sorotan tajam dari Komisi III DPRD Banjarmasin. Khususnya yang berkaitan dengan penataan sungai.

Photo
Photo
SUDAH DUA TAHUN: Refleksi dua tahun kepemimpinan Ibnu Sina dan Arifin Noor sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin digelar di kawasan Kampung Ketupat, kemarin (23/6) pagi. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Wakil Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Afrizaldi menyaksikan limpasan air masih terjadi di sejumlah kawasan hingga kini. Lebih-lebih, bagi masyarakat yang bermukim di bantaran sungai. Menurutnya, ini menandakan upaya normalisasi sungai yang dilakukan pemko belum berjalan dengan benar-benar maksimal.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga bilang persoalan limpasan air di Banjarmasin tidak bermuara pada bertambahnya debit air. Melainkan lantaran pendangkalan karena sedimentasi, akibatnya mengurangi daya tampung sungai. "Sungai yang tersumbat, hingga area resapan yang kian berkurang," tekannya. "Belum lagi, persoalan drainase yang kerap tak berfungsi," tambahnya.

Afrizal mengatakan dari penelitian, sebenarnya debit air dari tahun ke tahun masih sama. "Yang memicu rob itu justru daerah serapan airnya. Drainase dan sungai yang tak berfungsi maksimal," tegasnya. "Jadi, sehebat apapun pembangunan yang dilakukan, ujung-ujungnya kota kita ini selalu dibayangi persoalan banjir dan sampah," tambahnya.

Afrizal mengaku sadar bahwa segala persoalan yang terjadi tentu tak bisa diselesaikan oleh satu SKPD saja. Ambil contoh penanganan sampah. "Tak bisa dikerjakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sendirian. Harus ada kerja sama lintas SKPD," ungkapnya.

Ia meminta pemko bisa lebih serius dalam hal pembenahan sungai. Dalam hal penganggaran, hingga realisasinya. Misalnya, ketika melakukan pelebaran hingga pengerukan sungai.

Selanjutnya, pemko juga mesti memberikan perhatian lebih terhadap masih banyaknya bangunan atau rumah yang memakan badan sungai. Ia berharap pemko bisa menertibkan hal itu. "Dengan demikian, maka normalisasi sungai juga bisa dikerjakan lebih maksimal," tuntasnya.(war/az/dye) Editor : Muhammad Helmi
#Ibnu SIna #Banjir Rob