Dosen Program Studi (Prodi) Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ULM itu menilai, ada yang salah dalam pemberian edukasi tentang hubungan seks di masyarakat.
Menurutnya, fenomena pembuangan bayi ini erat kaitannya dengan hubungan seks pra nikah. Dan pada umumnya, bayi yang dibuang merupakan bayi hasil dari hubungan di luar ikatan pernikahan.
"Dewasa ini hubungan seksual dianggap bukan hal tabu. Khususnya di kalangan remaja," ucap Varinia saat dihubungi awak media belum lama tadi.
Sehingga ia menilai, adanya pergeseran norma dan nilai juga berkaitan erat dengan kasus ini. Tak hanya itu maraknya hubungan seksual di luar nikah ini merupakan dampak dari berkurangnya kontrol sosial di masyarakat.
Bukan tanpa alasan, pasalnya ia melihat masyarakat sekarang cenderung sudah merasa lazim, ketika melihat remaja yang berpacaran.
"Tatanan sosial mengalami perubahan. Apa yang dulu dianggap tabu dan melanggar norma, saat ini menjadi lumrah dan seakan dinormalisasi," bebernya.
Lebih lanjut, Varinia turut menyoroti lemahnya sosialisasi maupun pembelajaran kesehatan reproduksi bagi para remaja. Menurutnya cara yang dikemas pemerintah hanya berfokus pada pola lama. "Dimana sosialisasi dilakukan kurang pada remaja," sebutnya.
Disisi lain, Varinia turut memberikan saran pada pemerintah. Yang mana, seharusnya pemerintah dapat memasifkan pembelajaran mengenai hubungan seks yang aman serta kesehatan reproduksi bagi perempuan.
"Agar kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) tidak terjadi," tandasnya. (zkr/by/bin) Editor : Arief