Dari segi pembuatan bubur itu dipercayakan hanya pada satu keluarga. Siti Badariyah. Persisnya, sejak tahun 1979.
Sepeninggal Siti, pembuatan bubur ditangani sang menantu, Hj Sabah. Ketika wafat tahun 2020 lalu, berlanjut kepada anak bungsunya, Ani Arini.
Turun temurun, dari generasi ke generasi, cita rasa bubur tetap terjaga.
Itulah mengapa takmir masjid tetap mempercayai proses pembuatan bubur hanya pada keluarga tersebut. Hingga kini setiap harinya, ribuan porsi bubur dibuat.
Cita rasa bubur Sabilal memantik banyak penggemar. Salah satunya, Sekdako Banjarmasin Ikhsan Budiman. Sejak kecil hingga remaja, ia mengaku sudah sangat menyukai bubur Sabilal. "Saat itu, buka puasa selalu ke Masjid Sabilal. Siapa yang tidak tahu bubur Sabilal yang enak itu," ujarnya, ketika diwawancarai di Balai Kota. "Bubur Sabilal ini komplet.
Suiran daging ayam, telur, rempah-rempah dan sambalnya enak," tekannya.
Ikhsan bukannya tak pernah merasakan bubur lain. Menurut lidahnya, bubur Sabilal adalah yang paling cocok.
Apakah sekarang masih menikmati bubur itu? Ikhsan bilang sebenarnya pengin sekali menyantap bubur itu. Namun, kesibukannya menjadi PNS hingga bertugas di luar daerah, membuatnya sudah tak pernah lagi merasakan nikmatnya bubur itu. Termasuk ketika kini menjabat Sekdako Banjarmasin. "Sebenarnya, saya kangen sekali ingin merasakan berbuka dengan bubur Sabilal. Datang langsung ke sana (Masjid Raya Sabilal Muhtadin, red)," ucapnya.
"Istri saya pun kepengin, karena sebelumnya ia cuma pernah mendengar legendanya kelezatan bubur Sabilal saja. Semoga nanti kesampaian," doanya.(war/az/dye) Editor : Arief