Pengguna jalan, Rini terpaksa harus merelakan absensi kehadirannya di kantor. "Pagi tadi macetnya panjang. Pukul 07.30, saya berangkat kerja terjebak kemacetan," ucapnya.
Rini heran kenapa kondisi seperti ini kerap terjadi setiap pagi dan sore hari. Titik kemacetan juga sama, di persimpangan Jalan Semanda dan Kompleks Satelit. "Biasanya 15 sampai 20 menit bisa sampai ke kantor. Kemacetan pagi tadi, perjalanan saya harus lebih lama. Hampir sejam baru sampai ke kantor," ungkap karyawan swasta ini.
Keluhan senada juga diungkapkan Pratiwi. Warga yang tinggal di salah satu kompleks perumahan di Jalan Semanda ini juga terjebak kemacetan selama satu jam lebih. "Mobil saya tidak bisa keluar dari kompleks. Padahal saya sudah berangkat kerja lebih awal. Baru kali ini macetnya parah sekali," ujarnya.
Menurutnya, kemacetan terjadi lantaran masing-masing pengguna jalan tidak ada yang mau mengalah. Terutama para pengguna motor yang memaksakan lewat lajur kanan.
"Petugas Dishub hanya satu orang yang berjaga. Polisi juga tidak ada yang mengatur lalu lintas. Padahal setiap hari di titik ini selalu macet. Kok hanya menerjunkan satu petugas saja," keluhnya.
Menurut ibu satu anak ini, di titik kemacetan tersebut seharusnya ada petugas kepolisian yang mengatur arus lalu lintasnya. Ibu muda yang akrab disapa Tiwi berharap agar kondisi tersebut menjadi perhatian pemko maupun Satlantas Polresta Kota Banjarmasin. "Kalau hanya petugas Dishub yang diterjunkan, warga masih banyak yang tidak patuh. Malah ada yang berani memarahi petugas Dishub. Jadi memang harus polisi yang menangani kemacetan di sini," pintanya.
Keluhan itu juga sudah sampai ke telinga Afrizaldi. Anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi PAN ini lantas meminta Dishub Kota Banjarmasin harus segera mencari solusi untuk mengurai kemacetan tersebut. "Jangan hanya satu orang untuk mengatur lalin di sana. Kemacetan di titik ini sudah lama terjadi. Kasihan warga di sana harus berjibaku melawan kemacetan setiap hari," tegasnya.
Selain menambah personel yang turun, Wakil Ketua Komisi III itu juga menyarankan agar Dishub mesti menambah trayek angkutan pelajar ke arah Kompleks Semanda. Biang kemacetan tersebut adalah banyaknya pelajar yang menggunakan kendaraan pribadi ke sekolah. "Kalau saran itu bisa dijalankan, saya yakin kemacetan tidak akan separah yang hari ini terjadi," tegasnya.
Afrizal juga meminta agar Dishub Kota Banjarmasin juga melakukan kajian sekaligus pemetaan untuk menyediakan jalan alternatif bagi warga yang setiap harinya melintasi ruas jalan tersebut. Ia melihat ruas jalan di Kota Banjarmasin ini sudah tidak sebanding dengan kepadatan jumlah penduduknya. "Makanya setiap kali jam sibuk, hampir di setiap ruas jalan jalan-jalan kita terjadi kemacetan. Hal ini menunjukkan bahwa jalanan kita sudah tidak cukup lagi menampung kepadatan penduduk," tukasnya.
Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Banjarmasin, Febpry Ghara Utama mengakui ada dua titik yang jadi sumber kemacetan itu. Gerbang jalan Kompleks Satelit, dan Kompleks Semanda. "Dua jalan ini memang sering digunakan pengguna jalan sebagai jalan alternatif. Makanya sering macet," bebernya.
Terkait jalan alternatif lain, Febpry mengatakan bahwa sementara waktu ini pihaknya masih belum bisa mengadakannya. "Untuk menghindari kemacetan, kami minta warga yang melewati ruas jalan tersebut berangkatnya lebih pagi," pesannya
Pihaknya masih mengkaji bagaimana solusi rekayasa lalu lintas terbaik dalam menangani permasalahan kemacetan di situ. Menurutnya, setiap jam sibuk tidak hanya di ruas Jalan Pramuka saja yang terjadi kemacetan. Hampir seluruh ruas jalan terjadi kepadatan lalu lintas. "Gatot Subroto, Sungai Andai, Kuripan, bahkan Sungai Lulut juga mengalami kondisi serupa," ujarnya.
"Namun yang pasti permasalahan di Jalan Pramuka ini akan kami bawa ke dalam rapat Forum Lalu Lintas Kota Banjarmasin. Nanti akan kami sampaikan bagaimana hasilnya," tuntasnya.(zkr/az/dye) Editor : Arief