Pura Agung Datu Magintir telah diresmikan Kementerian Agama, akhir pekan tadi (10/9). Pura ini berada di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan.
Ini menjadi satu-satunya pura di HST. Diresmikan bertepatan bulan purnama, bulan suci bagi umat Hindu.
Dimeriahkan dengan pertunjukan tarian Gintur Kreasi dan tarian Capung binaan Sanggar Seni Dayak Meratus.
“Setelah itu dilanjutkan dengan upacara Yadnya Mahanyari. Upacara ini kolaborasi antara tradisi Dayak dan Hindu Dharma,” kata Kepala Adat Labuhan, Suan.
Proses upacara dipimpin oleh Pandita/Sulinggih Hindu Ida Pedanda Istri Nabe Sebali Tianyar Arimbawa, Ida Pedanda Gede Dwija Putra Lombok, Ida Rsi Whismamitra Pawitra Putra Banjarmasin, Ida Istri Shri Dewi Laksmi Meitha Shinta Lalitha Dewi Banjarmasin dan Para Sandaran Balian Dayak Labuhan.
“Berjalan khidmat dan lancar,” tambahnya. Pura diresmikan oleh perwakilan Kemenag HST, H. Idi Amin.
Memanfaatkan momen ini, Suan menyampaikan pesan dari tokoh-tokoh umat Hindu HST yang berharap Pemkab mau menempatkan guru agama Hindu di sekolah yang memiliki siswa beragama Hindu. “Semoga bisa ditindaklanjuti,” harapnya.
Dalam peresmian itu juga tampak I Gede Rudia Adi Putra (mantan Pembimas Hindu Kalsel), Ketua PHDI Prov Kalsel I Ketut Artika dan Ketua PHDI HST Irpani.
Kemudian Ketua Majelis Resort GKE HST Pendeta Rusman Nusa Bakti, Ketua Jemaat Pantekosta HST Pendeta Octavianus Anton Noellik, Kapolsek BAS Ipda Wahyudi, dan Babinsa Desa Labuhan Serda Wahyu Arif. (mal/gr/fud) Editor : Muhammad Helmi