Beberapa bulan lalu jalan itu juga pernah ambles. Diperbaiki, tapi kembali ambles. Kali ini dengan kondisi yang lebih parah.
Saking parahnya, rumah dan toko warga di tepi jalan ikut rusak. Retak dari lantai, tembok hingga atap.
Dari salinan laporan camat setempat, terdata 23 keluarga di RT 07 Desa Satui Barat yang rumah atau tokonya mengalami kerusakan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tanbu, Subhansyah mengatakan, kondisi jalan itu rawan dilintasi.
"Kami sudah berkoordinasi ke balai (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XI Banjarmasin), jalan itu harus segera diperbaiki," ujarnya kepada Radar Banjarmasin kemarin (31/8).
"Karena faktor cuaca dan dilintasi angkutan berat," sebutnya saat ditanya penyebab.
Namun, Subhansyah mensinyalir faktor lain, yakni galian tambang yang tak jauh dari pinggir jalan. Dugaannya, lubang tambang itu memicu kerusakan infrastruktur dan permukiman.
Senada dengan laporan Camat Satui kepada Bupati Tanbu yang menyinggung tentang aktivitas pertambangan di Desa Satui Barat.
Sementara Kapolsek Satui Iptu Hardaya menyebutnya sebagai bencana alam. "Dalam proses, sudah ditanggulangi pihak terkait," ujarnya.
Pantauan Radar Banjarmasin, pengendara yang datang dari kedua arah harus melintas secara bergantian. Bahkan, sebuah truk sampai terbalik di kawasan Kersik Putih.
Hujan deras yang terus mengguyur beberapa hari terakhir juga menyulitkan perbaikan jalan. "Itulah yang kami khawatirkan, kondisinya semakin susah, sementara perbaikannya belum selesai," tambah Hardaya.
Dihubungi terpisah, anggota DPRD Tanah Bumbu, Fawahisah Mahabatan meminta pemkab dan pemprov untuk bergerak cepat. "Itu akses satu-satunya dari Tanah Bumbu ke Batulicin. Kalau nanti putus, perekonomian bakal terganggu," ujarnya.
Dia meminta kerusakan ini tidak dianggap remeh. "Itu sudah dua kali ambles. Artinya perlu penanganan khusus. Apakah harus dibuatkan jalan baru? Pihak teknis yang lebih tahu," tekannya.
Warga juga mendesak perbaikan untuk dipercepat. "Kita ini seperti anak tiri. Daerah lain sudah bagus jalannya, tapi Tanah Bumbu masih banyak yang rusak. Padahal daerah ini sudah banyak menyumbang untuk pemasukan negara," ujar Randi, warga Kecamatan Kusan Hilir. (zal/gr/fud) Editor : Muhammad Helmi