Lokasinya di Desa Karang Rejo. RT 15, 16 dan 17. Bahkan, kantor kepala desa pun ikut kebanjiran.
Penuturan warga, daerah ini memang sudah langganan terendam. "Ketika ada hujan lebat berjam-jam, pasti terendam. Ketinggian air bisa sampai satu meter," ucap Kuncung, warga RT 15.
Bukan hanya persoalan cuaca buruk. Semakin rawan banjir lantaran drainase desanya juga mampat. Air jadi lambat surut.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Tapi warga desa menderita kerugian material. "Kerugiannya jutaan rupiah. Selain hewan ternak, ikan peliharaan juga ikut hanyut," bebernya.
Kuncung juga heran. Saban kali kebanjiran, pemda setempat tak pernah memberikan bantuan. "Sudah tiga tahun tidak pernah dapat bantuan, baik dari pemerintah maupun perusahaan setempat," sesalnya.
Dikonfirmasi terpisah, Camat Jorong Zainal Abidin mengatakan, banjir di Karang Rejo tak pernah lama. "Benar. Tapi air lewat saja. Sebentar juga surut," ujarnya.
Soal ketiadaan bantuan, Zainal menegaskan, kecamatan hanya menunggu kabar dari pembakal saja. "Laporannya, saat ini masih bisa ditangani aparat desa," tambahnya.
Dia juga menepis bila pemda disebut tak peduli. "Saya selalu kontek-kontekan dengan kades," tutup camat. (sal/gr/fud) Editor : Muhammad Helmi