Meski Izin Dicabut, Rekening Kurban ACT Tetap Aman

Muhammad Helmi • Dipublikasikan Jumat, 8 Juli 2022 | 11:44 WIB
MASIH BEROPERASI: Kantor ACT Kalsel di Jalan Pramuka, Banjarmasin Timur. Masih ada 11 karyawan ACT yang bekerja di sini. FOTO: M OSCAR FRABY/RADAR BANJARMASIN
MASIH BEROPERASI: Kantor ACT Kalsel di Jalan Pramuka, Banjarmasin Timur. Masih ada 11 karyawan ACT yang bekerja di sini. FOTO: M OSCAR FRABY/RADAR BANJARMASIN
Kementerian Sosial mencabut izin pengumpulan uang dan barang (PUB) milik Aksi Cepat Tanggap (ACT). Namun, kantor cabang ACT Kalsel di Jalan Pramuka, Banjarmasin Timur tetap beroperasi.

BANJARMASIN - Dikunjungi Radar Banjarmasin kemarin (7/7), masih ada 11 karyawan yang bekerja di sini. Nasib mereka belum jelas.

"Kami masih menunggu perkembangan di pusat. Kami juga bingung," ucap Kepala Cabang ACT Kalsel, Zainal Arifin.

Dia tak mau berkomentar soal kasus yang menerpa ACT. Semua keterangan menjadi satu pintu di Jakarta. "Bantu kami dengan doa, supaya ACT tetap eksis," tambahnya.

Sebelum izin PUB-nya dicabut, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah membekukan puluhan rekening ACT.

"Yang jelas kami masih punya program kerja yang harus diselesaikan," tegas Zainal.

Contoh, membantu biaya berobat warga miskin. Lalu, membantu modal usaha kecil dan menengah yang terdampak pandemi. Serta membagikan beasiswa.

Karena donasi terlanjur masuk sebelum skandal ini tersingkap, maka Zainal merasa bertanggung jawab untuk menyalurkannya. "Ada yang sudah selesai, ada pula yang masih dalam program lanjutan," jelasnya.

Yang terdekat adalah pelaksanaan ibadah kurban pada Iduladha. Apakah tetap berjalan? "Harus. Ada amanah yang diberikan pada kami," jawabnya.

Tahun ini, ada tujuh ekor sapi yang akan disembelih. Memang berkurang dibanding tahun lalu yang sebanyak 13 ekor. "Sudah siap. Insyaallah tetap lanjut. Titik-titiknya sudah ada," terangnya.

Zainal menjamin, PPATK dan Kemensos takkan mengganggu program kurban, lantaran rekening ACT dan rekening kurban berbeda.

"Meski satu kantor, tapi beda manajemen. Dananya terpisah, tidak hanya satu rekening," jelasnya. Bahkan untuk ibadah kurban dibuat dua rekening.

"Berbeda rekeningnya. Misalkan wakaf dan zakat, masing-masing punya satu rekening. Kalau di ACT ada tiga rekening," pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Siti Nuryani mengaku pihaknya langsung mendatangi kantor ACT Kalsel. "Kami pantau aktivitas di sana setelah pencabutan izin dari Kemensos," katanya.

Namun, dia enggan membeberkan hasil pantauan tersebut. "Teknisnya, nanti kontak kepala seksi saja. Saya lagi asistensi," jawabnya singkat.

Yang Nuryani maksud adalah Kasi Pemberdayaan Perorangan, Keluarga, dan PSDS Dinsos, Selamat Riadi. Namun, saat dihubungi Radar Banjarmasin, ponsel Selamat tidak aktif. (mof/ris/gr/fud) Editor : Muhammad Helmi
Kasus ACT hewan kurban idul adha