Salah seorang pertenak asal Desa Tampakang Kecamatan Paminggir, Ogi mengatakan, menjelang Iduladha terjadi kenaikan harga yang signifikan.
"Harga per ekor kerbau rawa sudah naik dua juta. Dari Rp14 juta ke Rp15 juta sampai Rp16 juta," ujarnya kepada Radar Banjarmasin kemarin (7/7).
Selain tingginya permintaan hewan kurban, juga akibat wabah PMK. Walaupun kerbau rawa di desanya masih aman dari serangan virus itu.
Selain melayani kebutuhan HSU, permintaan juga datang dari kabupaten tetangga seperti Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Selatan. Bahkan provinsi tetangga seperti Kalteng dan Kaltim. "Baik untuk konsumsi umum maupun ibadah kurban," tambah Ogi.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian HSU Masrai Syawfajar Nejar mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. "Beberapa ekor yang sudah sembuh PMK, layak dipotong dan dikonsumsi," ujarnya.
Namun, kenaikan harga ini juga menjadi berkah tersendiri bagi peternak kerbau rawa di Paminggir dan Danau Panggang.
Saat ini, populasi kerbau rawa di dua kecamatan tersebut mencapai 9.086 ekor. Terbanyak ada di Desa Tampakang dan Desa Bararawa.
Sedangkan di kabupaten tetangga, di HSU ada 1.237 ekor kerbau rawa dan di Hulu HSS ada 985 ekor. (mar/gr/fud) Editor : Muhammad Helmi