Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jembatan Basit Masih Gelap Gulita, Pihak Terkait Saling Lempar Tanggungjawab

Arief • Kamis, 3 Februari 2022 | 16:20 WIB
SUSAH TERULANG: Bek Arsenal Jakub Kiwior (Kiri) merayakan gol kelima timnya dalam pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Arsenal dan Wolverhampton Wanderers di Stadion Emirates di London pada 28 Mei 2023.| Foto: Glyn KIRK / AFP
SUSAH TERULANG: Bek Arsenal Jakub Kiwior (Kiri) merayakan gol kelima timnya dalam pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Arsenal dan Wolverhampton Wanderers di Stadion Emirates di London pada 28 Mei 2023.| Foto: Glyn KIRK / AFP
BANJARMASIN - Sudah sepekan lebih, Jembatan Sungai Alalak gelap gulita. Penyebabnya, kabel sentral dicuri maling. Dampaknya, pengendara pun was-was karena tak ada penerangan.

“Megah tapi gelap. Katanya menjadi ikon wisata Kalsel. Gelap seperti ini seperti jembatan mistis,” tutur Diana, warga Handil Bakti, Barito Kuala kemarin.

Dia sendiri mengaku hampir celaka karena tak melihat ada pengendara lain saat berkendara di jembatan yang juga dikenal sebagai jembatan basit ini. “Hampir saja saya tabrak belakang kendaraanya karena samar oleh bayangan,” ucapnya.

Selain takut kecelakaan, dia juga khawatir terjadi tindak kriminal karena jalanan sangat gelap. “Takutnya ada begal di atas jembatan. Kalau tak ada penerang kendaraan, tak terlihat orang di depan kita,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Subli. Warga Anjir ini mengaku was-was ketika melintas di Jembatan Alalak dengan kondisi tanpa penerangan ini. “Apalagi saya sering pulang agak malam. Sayang sekali gelap seperti ini, padahal kemarin bagus ketika lampunya nyala,” katanya.

Keluhan lebih pedas disampaikan Dwi, dia mempertanyakan keamanan, sistem kelistrikan termasuk pengawasan kabel ini. Menurutnya, jembatan yang menelan biaya sebesar Rp278 miliar itu, sedianya memiliki keamanan yang cukup handal.

Yang paling disesalkannya adalah, tak adanya kamera pengawas untuk melihat aktivitas di area jembatan. “Kalau begini, yang dirugikan tak lain adalah masyarakat,” harapnya.

Dia tak habis pikir, begitu mudahnya pencuri mencuri kabel ini. Padahal sebutnya, dalam masa yang masih tahap pemeliharaan, sedianya kontraktor harus benar-benar mengawasi.

Sementara, Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XI Banjarmasin belum bisa memastikan kapan jembatan ini akan terang kembali seperti semula. Terlebih, kontraktor menolak mengganti isntalasi. Lantaran kasus ini bukan karena kelalaian atau kerusakan dari mereka, meski jembatan ini masih dalam tahap pemeliharaan.

“Kontraktor belum mau mengganti, karena bukan dari mereka. Kecuali jika lampunya meledak atau putus, dia pasti akan ganti. Ini bukan rusak, tapi dicuri,” ujar Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XI Banjarmasin, Syauqi Kamal kemarin.

Meski demikian sebutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan mengupayakan lampu jembatan hidup kembali. “Kami menyesalkan juga, ada aset bagus-bagus, malah ada oknum warga yang mencurinya. Akhirnya masyarakat yang dirugikan,” ucapnya.

Di sisi lain, petugas di PJN 1 Kalsel, Andika Mulrosha mengatakan, pihaknya sudah melaporkan pencurian ini ke Polisi. Laporan ini sebutnya sebagai langkah penanganan padamnya aliran listrik Jembatan Alalak.

“Secara prosedur, kami lakukan telaahan dulu. Siapa yang akan bertanggung jawab melakukan penggantian. Apakah kontraktor atau kami (balai jalan),” ujarnya kemarin.

Dia menyebut, secara aturan, pencurian bukan tanggung jawab kontraktor. “Dari bahan laporan ke Polisi, akan ada nantinya korespondensi antar kontraktor dengan balai yang akan diputuskan siapa yang menangani. Yang pasti kami sudah konsen melakukan penanganan,” kata Andika. (mof/by/ran) Editor : Arief
#Jalan dan Jembatan #Jembatan Alalak