BANJARMASIN - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Banjarmasin sudah menerima kiriman 8.000 blanko e-KTP. Yang akan digunakan untuk 7.000 warga kota yang sama sekali belum mencetak kartu identitas tersebut.
Sayangnya, kedatangan blanko itu justru bikin runyam. Lantaran dimanfaatkan calo. Yang ingin meraih keuntungan pribadi.
Mereka membantu mengurus penerbitan e-KTP bagi siapa saja. Warga tidak perlu lagi mengantre panjang. Cukup duduk manis menunggu sampai kartu identitas selesai. Tentu saja dengan mengupah si calo hingga ratusan ribu rupiah.
Kepala Disdukcapil Banjarmasin Khairul Saleh mengaku tak nyaman dengan fenomena itu. Padahal, sudah jelas layanan administrasi kependudukan sama sekali tak dipungut biaya.
“Mereka (calo) ini mengatasnamakan Disdukcapil untuk mengurus layanan kependudukan dan mengambil keuntungan,” katanya.
Karena itu, Khairul memperingatkan masyarakat. Agar tak tertipu oknum calo. Apalagi sampai rela memalsukan dokumen kependudukan.
Khairul tegas, jika kedapatan ada calo nakal, mereka takkan tinggal diam. “Jika sampai begitu, oknum tersebut terancam pidana lengkap dengan dendanya,” ucapnya.
Disdukcapil sudah mengupayakan pencegahan. Dengan memangkas birokrasi prosedur pembuatan e-KTP. Yakni lewat layanan satu pintu. Artinya, pelayanan dokumen kependudukan di lima kantor kecamatan di Banjarmasin tak bisa lagi dilakukan.
“Kami mengurus layanan ini untuk meng-update semua berkas warga. Data e-KTP wajib sama dengan Kartu Keluarga (KK),” jelasnya.
Beberapa waktu lalu, Disdukcapil juga sudah menerbitkan 2.000 e-KTP. Dalam rangkaian ekspo Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Siring 0 Kilometer.
Ke depan, Disdukcapil akan meminta tambahan blanko lagi. Karena masih banyak warga yang harus mendapatkan identitas diri. “Sama untuk e-KTP yang rusak, berubah data atau hilang,” pungkasnya. (nur/fud/ema)
Editor : Muhammad Helmi