Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Banyak Jemaah Haul Datu Kelampayan Datang dari Tempat Jauh

Arief • Kamis, 21 Juni 2018 | 15:27 WIB
banyak-jemaah-haul-datu-kelampayan-datang-dari-tempat-jauh
banyak-jemaah-haul-datu-kelampayan-datang-dari-tempat-jauh

Hujan tidak menyurutkan semangat jemaah untuk menghadiri agenda tahunan Haul Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari atau Datu Kelampayan di Masjid Tuhfaturraghibin, Desa Dalam Pagar, Martapura Timur, kemarin.


MUHAMMAD AMIN, Martapura


Jemaah yang berjumlah ribuan hadir bergelombang ke lokasi acara mulai pagi. Masjid yang lokasinya berada di depan peninggalan rumah Datu Kelampayan di tepi Sungai Martapura. Jemaah datang dari sungai dan jalan.


Beberapa titik jalan harus ditutup agar tidak terjadi kemacetan, Pasalnya lokasi acara cukup sempit. Kantong-kantong parkir kendaraan roda empat berada cukup jauh dari pusat acara. Memang lebih ringkas ketika naik klotok, jemaah langsung sampai ke jantung acara, duduk tertib di bawah tenda-tenda.

Khairuddin, salah satu jemaah bahkan datang dari Maros, Sulawesi Selatan. Pria yang hadir bersama tiga kawannya tersebut mengaku tiap tahun setelah lebaran menyempatkan ke Dalam Pagar. Ia rutin ikut haul akbar Datu Kelampayan.


“Saya lulusan Darusalam dan kuliah di STAI Martapura, hari ini anak saya lagi yang mondok di Darusalam sekalian mengantar dan ikut haul,” ungkap Khairuddin.


Yang paling jauh lagi adalah Ahmad Hijazi. Dia adalah Sekda Provinsi Riau dan cicit Syekh Abdurrahman Siddiq atau Datu Sapat. Datu Sapat adalah anak dari Syekh Muhammad 'Afif atau Datu Landak, tokoh terkenal yang membidani berdirinya Masjid Al Karomah Martapura. Ditelusuri dari genealogi, ia keturunan ke-8 dari Datu Kelampayan.


“Saya pernah bermimpi dengan Datu Kelampayan, beliau memberikan nasehat penting seperti jaga akhlak dan menghindari perbuatan maksiat,” ungkapnya.


Panitia memang sudah menduga jemaah tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya. Makanya tenda-tenda di sekitar lingkungan masjid. Selain melindungi dari kehujanan, itu bentuk pelayanan agar jemaah lebih khusyuk menikmati agenda keagamaan tersebut.


Warga sekitar juga patut diapresiasi. Masyarakat yang tinggal dekat Dalam Pagar membuka pos pelayanan. Beberapa titik posko di Telok Selong, misalnya menyiapkan camilan kurma dan makanan gratis. Begitu selesai acara, jemaah yang pulang kembali diberikan hidangan kopi gratis di posko-posko yang menjadi tempat perlintasan jemaah.


Haul ini juga membawa berkah tersendiri bagi pemilik kelotok yang menjadi armada penting membawa jemaah ke lokasi acara. Ratusan perahu bermesin tersebut hilir mudik menyeberangkan jemaah. Mereka rela tidak dibayar meski tidak menolak pemberian sekadar untuk menutup bahan bakar.


Haul yang jatuh ke 212 ini juga terasa berbeda. Ada banyak tamu penting yang hadir. Mulai ulama, habib, pejabat, pengusaha, dan politisi dari banua. Semua berkumpul dan berdesakan dalam ruang induk masjid kecil tersebut, menyatu dalam haul yang berisi pembacaan selawat. Termasuk pembacaan Surah Yasin dan tahlilan yang dipimpin oleh Guru Wildan Salman dan Guru Masdar. Sedangkan riwayat hidup selama almarhum mengabdi untuk umat sampai wafat di usia 105 tahun disampaikan oleh H Ahmad Hamid.


"Semua berawal dari niat suami istri yang ingin memiliki putra. Ketika usia kandungan Syekh M Arsyad mencapai 6 bulan, orang tuanya mendapat rahmat malam 21 Ramadan, itu malam lailatulkadar, permintaan bukan harta dan dunia. Melainkan diberikan juriat anak saleh dan alim zahir dan batin, doa itu dikabulkan oleh Allah Swt,” kata H Ahmad Hamid, kemarin.


Setiap Wali Allah, memiliki karomah, begitu juga dengan Syekh M Aryad al-Banjari. Ada dua karomah yang umum diketahui oleh masyarakat luas, pertama meluruskan arah kiblat salah satu masjid di Jakarta.


Kedua mengabulkan hajat gurunya yang ingin menikmati buah durian yang banyak tumbuh di Indonesia.
“Waktu beliau mendapat berkah malam lailatulkadar, doanya juga sama yaitu memohon seluruh keturunan alim. Kita mendapat karunia besar berkat kelahiran dan pengabdian beliau di sini,” ujarnya.


Pujian serupa dilontarkan oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. Menurut Paman Birin, seluruh juriat Datu Kelampayan adalah orang besar dan alim, baik terkenal atau tidak. Sampai saat ini, ulama yang memiliki pengaruh besar rata-rata berasal dari Datu Kelampayan.


Demi kenyamanan jemaah, Sahbirin Noor sendiri melontarkan janji akan memperbaiki Kubah Datu Kelampayan yang terletak di Desa Kelampayan Tengah, Kecamatan Astambul. “Sesuai janji saya, pada 2019 mendatang akan memperbaiki kubah Datu Kelampayan,” ujarnya.

Ketua Panitia dan juriat Datu Kelampayan H Muhammad Husin mengatakan acara haul di Dalam Pagar murni nilai historis. Datu Kelampayan berasal dari Dalam Pagar dan diberikan tanah oleh kerajaan ntuk membangun pesantren dan membina umat. ”Walaupun tempatnya tidak luas, kami tetap melestarikan tradisi haul di sini,” pungkasnya. (mam/ay/ran)

Editor : Arief