Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

LUAR BIASA..! Jemaah Haul Abah Guru Sekumpul Semakin Membludak

Arief • Senin, 26 Maret 2018 | 13:39 WIB
luar-biasa-jemaah-haul-abah-guru-sekumpul-semakin-membludak
luar-biasa-jemaah-haul-abah-guru-sekumpul-semakin-membludak

MARTAPURA – Kedatangan Presiden Joko Widodo disambut meriah jemaah haul yang sejak siang bertahan di sajadahnya. Kepala negara tiba ke Sekumpul sekitar pukul 18.00 Wita. Seperti diperkirakan sebelumnya, rombongan RI 1 melalui jalur jalan AZ Express Food dan berjalan kaki sejauh 50 meter.


Jokowi disambut desakan jemaah yang memadati jalan. Setiba di Musala, dia duduk di sebelah imam Guru Sa’duddin yang langsung membaca Ratib Haddad dan wirid-wirid yang menjadi tradisi di Sekumpul tiap petang.


Jokowi mengenakan peci hitam dipadukan baju dalaman putih serta dilapisi jas biru serta sarung sewarna. Ia lebih banyak menundukkan kepala ketika dilaksanakan wirid-wirid sebelum salat magrib tersebut.


Jelang Magrib, hujan turun. Meski demikian, sesaknya jemaah tidak memudar ketika rintik air tumpah dari langit. Seperti biasa, salat dipimpin langsung oleh Guru Sa’duddin dan presiden posisi di belakang imam di saf pertama.


Sayangnya, tidak semua ulama dan habib yang bisa masuk ke ring satu tersebut. Ada pagar pembatas kain antara jemaah biasa dan tamu penting. Para anggota TNI membentuk pagar manusia dua lapis di dalam Musala.


Posisi duduk jokowi menghadap dua putra guru. Presiden duduk berdecak atau berdampingan dengan Kapolri Tito Karnavian, Panglima TNI Hadi Tjahyanto dan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. Seperti rutin, jemaah duduk membentuk setengah lingkaran dengan titik sentral ke dua putra guru, Amin Badali dan Ahmad Hafi Badali.


Sementara itu, Prediksi jumlah jemaah Haul Guru Sekumpul ke-13 lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu, nampaknya terbukti. Hal itu dapat dilihat dari kepadatan lalulintas yang terjadi sejak pagi hari.


Dari pantauan Radar Banjarmasin, beberapa titik jalan yang mengalami kepadatan diantaranya, Simpang 4 Banjarbaru, Jalan Trikora, Banjarbaru Kota, dan di sepanjang Jalan A Yani.


Kepala Kepolisian Resor Banjarbaru Ajun Komisaris Besar Polisi Kelana Jaya mengatakan, penumpukan kendaraan di beberapa titik sudah terjadi sejak pukul 09.00 Wita, Minggu (25/3) kemarin. "Tahun lalu pukul 12.00 Wita baru ada kepadatan, sekarang dari pagi. Ini membuktikan bahwa jumlah jemaah meningkat," katanya.


Dia mengungkapkan, padatnya lalulintas membuat mereka harus mengurai kendaraan yang melintas. Misal, kepadatan di Liang Anggang, sebagian jemaah diarahkan ke Jalan Trikora supaya yang masuk ke arah kota berkurang.


Sedangkan, kendaraan yang menumpuk di Banjarbaru Kota. Sebagian diarahkan ke Jalan Panglima Batur, lalu tembus ke Jalan Rahayu. "Lalu yang datang dari Cempaka dan Trikora, kami bagi ke arah Jalan Jeruk dan Sungai Ulin. Para jemaah bisa ke Sekumpul lewat Jalan Budi Waluyo, Permata Hijau dan Samping Puskesmas Sungai Ulin," jelas Kelana.


Dia menuturkan, meski sudah diurai kepadatan kendaraan ternyata tetap terjadi hingga menjelang Magrib. Berbeda dengan tahun lalu, jelang Asar lalulintas sudah lengang. "Selesai Isya lalulintas akan kembali padat, sebab para jemaah beranjak pulang. Tahun lalu kepadatan sampai subuh, tahun ini bisa lebih lama," ujarnya.


Sementara itu, Riza, salah seorang jemaah dari Banjarmasin yang melintas di Jalan A Yani Km 27 juga menyebut tahun ini jalan lebih padat dibandingkan tahun lalu. "Sebelumnya padat hanya di sekitaran Banjarbaru dan Martapura. Sekarang di Liang Anggang sudah padat," katanya.

Majidiah, warga dalam regol mengamini hal ini. Dia menuturkan, banyak tamu yang menginap di rumahnya. Ada yang datang dari Malaysia, Hadramaut, Makassar, Balikpapan.


Disinggung tentang jemaah yang hadir selama 3 hari terakhir, menurutnya di luar perkiraan. Dia mengatakan, setiap tahun jemaah semakin jauh berjalan kaki ke Musala Ar Raudah karena lokasi parkir yang terpaksa berada di luar Sekumpul. ”Ada juga tamu dari Palestina yang mengaku bertemu Abah Guru Sekumpul, setelah datang ke Sekumpul justru kaget karena guru sudah lama wafat, “ ungkapnya.(mam/ris/ay/ran)

Editor : Arief